Aliansi Masyarakat Nusantara Bekali Pemahaman Nilai Pancasila dan Kebangsaan

Cibinong – Aliansi Masyarakat Nusantara (AMN) mengajak generasi muda terutama para siswa SMA di Kabupaten Bogor untuk memahami arti pentingnya nilai kebangsaan dan nilai Pancasila melalui seminar kebangsaan si Gedung Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor di Cibinong, Selasa (15/08).

Ketua panitia pelaksana seminar kebangsaan, Berto Harianja menuturkan, melihat kondisi pemuda dewasa ini yang kerap melakukan tawuran, terlibat penyalahgunaan Narkoba, seks bebas dan hal-hal negatif lainnya, untuk itu dipandang perlu memberikan pemahaman tentang arti wawasan kebangsaan dan nilai Pancasila.

“Melalui seminar kebangsaan ini bahwa sasaran kita adalah pemuda, karena akhir-akhir ini para pemuda kita yang merupakan generasi penerus bangsa rentan akan informasi dan paham-paham yang dapat merubah wawasan kebangsaan dan dapat mengikis ideologi negara dengan makin pesatnya kemajuan teknologi. Kita ingin mewujudkan pemuda yang berkarakter, karena paham radikalisme disinyalir telah masuk ke lingkungan sekolah,” kata Berto.

Berto yang juga merupakan advokat menambahkan, bahwa dirinya kerap menangani sejumlah permasalahan pemuda yang terjerat masalah hukum di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. “Akhir-akhir ini saya juga sering melakukan pendampingan terhadap pemuda yang tersangkut masalah hukum akibat tawuran antar pelajar,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan adanya seminar ini, para pemuda dapat membatasi adanya paham-paham yang menjurus kepada radikalisme. “Anak-anak sekarang ini kerap melakukan tawuran, karena kurangnya menghargai sesama dan rendahnya pemahaman nilai kebangsaan dan Pancasila. Untuk itu diharapkan dengan adanya seminar ini lebih memahami apa arti dari ideologi negara ini sehingga pemuda di Kabupaten Bogor ini lebih berkarakter. Semakin bersatu untuk membantu dan memajukan negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor Teddy Pembang yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, bahwa mental dan moralitas anak ini perlu di pacu untuk kembali kepada pendidikan karakter.

“Melalui seminar ini diharapkan kembali kepada suasana yang berdasarkan Pancasila. Kami menekankan terhadap siswa ini agar jangan tergiur dengan kondisi dan situasi sekarang, karena sekarang ini pemuda kerap berperang psikologis dengan dihantam narkoba, pornografi, negatif ciber, dan lain sebagainya, sehingga saya tekankan bahwa tugas siswa ini adalah sekolah yang benar dan beribadah,” tukasnya. (di)

 

Comments