Bahaya Disperdagin Pemkab Bogor, Temukan Garam Tidak Standar SNI

CIBINONG-

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor temukan garam tidak beryodium sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) beredar di Pasar Cibinong dan Citeureup. Hal itu seperti penjelasan dari Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperdagin Pemkab Bogor Jona Sijabat menjelaskan, memang pihaknya telah menemukan jenis garam mulai dari kasar, halus sampai bata, setelah dicek oleh tim penanggulangan garam beryodium bekerja sama laboratorium (Lab) Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasil sementara tidak sesuai standar, yang seharusnya mengandung iodium berkisar antara 30-80 ppm (30-80 mg iodium dalam 1kg garam).

“Sedangkan tiga jenis garam tersebut hannya memiliki kadar iodium di bawah 30 ppm,” kata Jona saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Rabu (9/8/17).

Jona menambahkan, dengan begitu pihaknya akan terus mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan-persoalan ini. Salah satunya melaporkan temuan tersebut kepada Bupati Bogor. Kemudian ditindak lanjuti ke Propinsi Jawa Barat (Jabar). Karena jenis garam yang tidak sesuai SNI itu, jelas amat merugikan terutama untuk masyarakat Bumi Tegar Beriman. Dimana kadar yodium tersebut amat berguna bagi kecerdasan dan mencegah penyakit gondok. Untuk langkah kedepanya dirinya akan terus melakukan pengawasan dan pengecekan.

“Terhadap peredaran garam yang tidak sesuai standar itu,” tambahnya.(rul)

Comments