Menteri Pertanian, Kemajuan Mekanisasi Dorong Pemuda Jadi Petani

Serpong – bogorOnline.com

Sebanyak 24 prototipe alat mesin pertanian (alsintan) hortikultura diluncurkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman di Kantor Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (24/8/17).

Peluncuran tersebut dalam rangka 43 tahun Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), dan Hakteknas ke-22 yang dihadiri berbagai stakeholder tak terkecuali dari Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).

Amran menuturkan, salahsatu komponen penting dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan yakni dengan mekanisasi pertanian. Bahkan kemajuan teknologi mekanisasi pertanian akan menjadikan pertanian jaya sehingga target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat diwujudkan.

“Yang bisa merubah Indonesia adalah peneliti, yang bisa merubah dunia adalah teknologi. Dan yang merubah pertanian adalah mekanisasi. Kejayaan pertanian ada di tangan litbang,” ungkap Amran.

Kemajuan teknologi mekanisasi pertanian saat ini, lanjut Amran, berkat kerja keras para peneliti. Dulu jumlah peneiliti ada 1.128 orang yang diberikan tugas untuk tidak membiarkan impor alsintan masuk. Hasilnya, kini Indonesia dapat memproduksi sendiri traktor roda empat dan alat panen. Dia mengatakan, dua tahun lalu, peneliti pasrah seakan tidak ada masa depan dan harapan. Padahal peneliti sudah menghasilkan teknologi yang luar biasa tapi kurang dapatkan perhatian yang selayaknya.

“Karena itu, kami surati Menteri Keuangan, beri mereka royalti. Hasilnya mereka dapat Rp. 3,5 miliar. Usahakan royalti naik Rp. 100 miliar, Rp. 200 miliar, kalau perlu Rp.1 triliun. Begitu caranya majukan pertanian, harus dengan mimpi besar,” ujarnya

Selain itu, Amran menegaskan, kemajuan mekanisasi dapat mendorong pemuda untuk terjun ke sawah menjadi petani. Pemuda memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi atau terobosan baru sehingga dapat mengoptimalkan dan membangunkan lahan tidur dan pasang surut.

“Kalau dulu para pemuda tidak mau ke sawah, tapi sekarang banyak yang menjadi petani, sambil bawa traktor bisa menelepon. Karena itu, jika pemuda bergerak, kita optimis wujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dan merealisasikan nawa cita yakni membangun negara dari penggirin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan Kementan, Muhammad Syakir mengatakan, seluruh alsintan tersebut merupakan hasil kerja keras perkayasa BBP Mektan dalam waktu empat bulan. Melalui kegiatan bertajuk “Launching Inovasi Mekanisasi Modern Hortikultura dan Pemberian Agroinovator Award” itu, Syakir berharap, pelaku industri dalam negeri memperbanyak alsintan yang dibuat Balitbangtan melalui kerja sama lisensi.

“Ya, saya harap para pelaku industri dalam negri dapat memperbanyak alsintan yang dibuat Balitbangtan,” pungkasnya. (Nai/ist)

Comments