PKS Minta Pemerintah Tingkatkan Perhatian Pada Pendidikan Keluarga

CIBINONG – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman mengingatkan Pemerintah untuk mempersiapkan dengan serius dalam menghadapi, mengelola dan memanfaatkan bonus demografi yang puncaknya diprediksi pada 2028-2031 mendatang. Bonus demografi, menurut dia, bisa menjadi hal yang positif, namun juga bisa membuat negara menjadi terpuruk jika tidak dikelola dengan baik.

“Bonus demografi ini merupakan momentum yang mungkin hanya dirasakan satu kali dalam sebuah negara. Contoh yang berhasil mengelola dengan baik yaitu Jepang. Begitu bonus demografi mereka berlalu mereka sudah tinggal landas, tetapi banyak juga negara yang gagal mengelola hal ini,” ujarnya, disela acara peringatan Hari keluarga Nasiolan (Harganas) dan Hari Anak Nasional, di lapangan Gedung DPD PKS Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Minggu (6/8/2017).

Iman mengatakan, Indonesia masih  punya kesempatan untuk memaksimalkan bonus demografi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Menurut dia, salah satu kuncinya adalah bagaimana kita memberikan pendidikan yang memadai kepada rakyat Indonesia. “Dari sisi anggaran sudah bagus, tapi bagaimana pemanfaatan, efektifitas dan melalui  program  yang tepat sasaran ini masih mengkhawatirkan,” katanya

Iman memamdang perlunya dikembangakan model pendidikan alternatif, selain pendidikan formal. “Selain itu, PKS menyadari pentingnya pendidikan di dalam keluarga, ini harus jadi perhatian, karena di keluargalah terjadi pewarisan nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa,” kata dia

Keluarga, sambungnya, harus menjadi tempat yang nyaman bagi semua anggota keluarga. Jangan sampai, anggota keluarga menjadi runway children, karena tidak nyaman hidup sebagai keluarga. Apalagi, kata Iman, perkembangan teknologi membuat tantangan ketahanan keluarga semakin besar. “Kita ini sedang menghadapi anak-anak kita yang istilah generasi Y, tapi saya menyebutnya generasi C, karena prinsipnya persoalan yang ada pada generasi dimulai dari tiga C,” katanya

C yang pertama, sambung Iman, adalah Creatif. Menurut dia, generasi saat ini merupakan generasi yang sangat kreatif, karena itu, peran keluarga sangat penting dalam menyalurkan kreatifitas anak-anak. “C yang kedua, Conectifity, teknologi informasi membuat mereka tersambung dengan berbagai sumber pengetahuan, boleh jadi orangtua menjadi informasi yang kesekian, padahal orangtua merupakan media yang efektif dalam pewarisan nilai luhur,” katanya

Yang terakhir, adalah colaboratif. Menurut Iman, generasi saat ini sangat mudah berkolaborasi. Persoalannya adalah sulitnya mengontrol pergaulan mereka. “Mereka sangat mungkin berkolaborasi dengan orang di luar rumah, hal ini juga menjadi sangat rawan,” katanya.

 

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK), DPP PKS, Wirianingsih menambahkan, peringatan Harganas dan Hari Anak Nasioanl yang diisi dengan pemberian apresiasi pada prestasi anak Indonesia merupakan salah satu bentuk kepedulian PKS terhadap masa depan Indonesia.  PKS mendorong agar pendidikan keluarga samakin ditingkatkan.

“PKS juga mendorong agar negara mengeluarkan regulasi yang pro keluarga, Undang-Undang ketahanan keluarga,  dan juga aturan terkait, misalnya segera dibentuk gugus tugas perlindungan anak,” tandasnya (ful)

Comments