Kembali Lakukan Pemutusan Air, KWSC Kecam Sentul City

Babakan Madang – Pengembang perumahan elit Sentul City kembali “berulah”, melalui anak perusahaan nya PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) kembali melakukan pemutusan instalasi air milik warga perumahan tersebut. Padahal, kedua belah pihak masih berperkara di Pengadilan yang semestinya berstatus quo.

Hingga kini, belum juga diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor untuk penetapan tarif air bersih yang didistribusikan kepada warga di Perumahan Sentul City.

Ketua Komite Warga Sentul City (KWSC) Desman Sinaga mengatakan, pihaknya mengecam keras langkah pemutusan air yang dilakukan Sentul City terhadap puluhan warga, yang sebetulnya menjalankan hasil keputusan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.

“Meski belum incracht, sudah ada putusan atas gugatan Sentul City kepada kami di PN Cibinong. Salah satu poin dalam putusan PN Cibinong yakni menghimbau pengurus KWSC membayar air sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati. Ini malah melakukan pemutusan air terhadap puluhan warga,” ujar Desman kepada wartawan melalui sambungan teleponnya, Selasa (5/9/2017) malam.

Mantan perwira tinggi Polri ini menambahkan, sikap Sentul City yang dilakukan selama ini mencerminkan tidak adanya aturan yang dibuat oleh negara atau seperti membuat negara didalam negara.

“Harga air dan BPPL yang dibebankan Sentul City kepada konsumen itu tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 9 tahun 2009 yang terkandung didalamnya biaya pengelolaan lingkungan itu harus dilaksanakan. Tapi pada kenyataannya Sentul City membandel,” kata Desman.

Lebih lanjut ia menerangkan, selama dua hari ini sudah dua puluh warga yang telah diputus air bersih oleh perusahaan yang mengelola air bersih di perumahan elite wilayah Babakan Madang tersebut.

“Pemutusan dilakukan tidak serentak. Para warga yang diputus itu bayar tapi sesuai harga yang ditetapkan Bupati. Ada juga yang membayar tapi tidak membayar biaya lingkungan, jadi airnya diputus. Intinya dicampur aduk antara biaya air dan lingkungan. Kami juga berencana akan lakukan demo,” terangnya.

Sementara itu, Head Corporate Communications PT Sentul City Tbk, Budi Purwanto ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pemutusan yang dilakukan pihaknya bukan berarti tanpa dasar sama sekali.

“Kami melakukan pemutusan akibat warga tersebut tidak membayar air lebih dari sembilan bulan lamanya. Kami juga sudah berikan somasi terlebih dahulu kepada warga sebelum diputus,” papar Budi. (di)

Comments