Pembongkaran PKL Puncak Menyisakan Sampah, Dewan Slamet Angkat Bicara

CIBINONG-

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Slamet Mulyadi menjelaskan, mengenai pembongkaran pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak Bogor yang
menyisakan sampah tersebut. Perlu adanya kerja sama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta melibatkan para Kepala Desa (Kades) setampat. Sehingga permasalah pasca pembongkaran bisa teratasi dan tidak seperti sekarang yang koordinasinya tidak berjalan dengan bagus. Salah satunya para Kades sama sekali tidak diberitahu padahal meraka amat membantu melakukan penertiban itu.

“Mereka yang mengetahui seluk beluk wilayah dan seharusnya diajak. Jangan seperti sekarang ini tidak ada komunikasi,” tegas Slamet saat ditemui bogorOine.com di Dewan Rabu (13/9/17).

Slamet menambahkan, dirinya juga mengingatkan, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bogor. Juga terus memantau bangunan
liar yang sudah dibongkar itu. Jangan sampai belum beberapa hari dibereskan, malah tumbuh lagi bangunan baru, seperti yang sudah-sudah. Sehingga membuat kawasan puncak kembali kumuh. Apalagi setahu pihaknya akibat pembongkaran itu ada sekitar 208 ton sampah diangkut dari kios-kios PKL tersebut.

“Maka kami sudah mendorong untuk adanya anggaran dalam hal pembersihan sampah sisa-sisa kayu PKL Puncak, jangan sampai membuat Petugas kebersihan jadi kewalahan nantinya,” tambahnya.(rul)

Comments