Pemdes Rawapanjang Terindikasi Pungli PTSL?

Bojonggede – Indikasi pungutan liar (Pungli) dalam program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) terus mengemuka, indikasi itu muncul di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, karena diduga setiap penerima PTSL dipungut biaya sebesar Rp500 ribu tanpa ada dasar hukum yang kuat.

Kepala Desa Rawa Panjang, Marulloh HR ketika dikonfirmasi mengakui, bahwa program PTSL di wilayahnya, dirinya telah memerintahkan jajarannya di tingkat RT dan RW maupun tim panitia lokal tingkat Desa untuk melakukan pungutan yang harus diminta kepada masyarakat sebesar Rp150 ribu.

“Saya hanya menyarankan Rp150 saja kepada RT dan RW maupun panitia lokal PTSL di Desa Rawa Panjang ini,” kilah Marulloh, kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/09).

Ia menyebut, dalam kaitan program PTSL yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, dirinya mengaku tidak ingin adanya temuan-temuan terkait PTSL misalnya pungutan liar diluar aturan yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri sebesar Rp150 ribu.

“Saya tidak menginginkan pungutan diluar Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Karena saya¬†takut bermasalah dengan tim Saber Pungli,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, jika dari total kuota sebanyak 2500 bidang yang diterima dari Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kabupaten Bogor dibagikan secara merata ke tingkat RT dan RW se-Desa Rawa Panjang.

Namun demikian, Maruloh juga mengakui, adanya pungutan hingga Rp500 ribu per pemohon telah dilakukan jajaran bawahannya tersebut.

“Saya tidak tega sebenarnya, dengan melihat kinerja perangkat RT dan RW yang bekerja dari pagi hingga larut malam dalam pengumpulan dan melengkapi berkas ke setiap warga. Maka hasil dari kesepakatan seluruh RT dan RW memungut sebesar Rp500 ribu rupiah,” akunya.

Menyikapi itu, Direktur Bogor Anti Corruption and Organisation (BACO) Rahmatullah mengaku geram melihat adanya indikasi pungli yang seolah mendapatkan restu dari orang nomor satu di Desa tersebut.

“Saya minta pihak penegak hukum baik Kejaksaan dan tim Saber Pungli Kabupaten Bogor agar melirik dugaan kasus tersebut di Desa Rawapanjang terkait program PTSL. Dan saya berjanji akan mengawal dan melaporkan hal ini kepada penegak hukum kalau ini masih dilakukan pemdes Rawapanjang,” ujar pria yang kerap disapa Along. (dip)

Comments