Kakanwil Jabar: Cermati Berbagai Informasi Yang Muncul

CIAWI-
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinis Jawa Barat A Buchori Hadir dan menjadi narasumber utama kegiatan Pembinaan Kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Bogor di Wisma YPI Ciawi, Rabu (18/10/17). Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk konsolidasi dan penguatan peran MI di kabupaten Bogor menghadapi berbagai tantangan pendidikan dalam era globalisasi.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena kegiatan Ini kegiatan langka, dan jarang. Dan baru kali ini saya hadir,” kata Kakanwil.

Bukan hanya itu, dirinya juga mengapresaiasi kepada 620 pengelola madrasah yang telah mengabdikan pikiran, hartanya dalam rangka mencerdaskan masyarakat Bogor. Karena atas peran para pengelola madrasah inilah banyak generasi muda terdidik dengan baik.

“Karena tokoh masyarakat dan ulama kita mengembangkan madrasah dengan tujuan yang baik dan kemanfaatannya bagi ummat,” tegasnya.
Untuk itu, dirinya meminta para pengelola madrasah untuk berhati-hati sehingga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan itu bisa mengurangi makna keikhlasan dalam mentransfer ilmu kepada anak didiknya.

“Mari cermati berbagai informasi terutama yang berkaitan dengan pengelolaan madrasah. Tentu kita juga harus menjaga marwah atau nama baik madrasah,”katanya.

Maka dari itu, madrasah harus bangun dan bangkit sehingga menjadi lembaga yang professional yang bisa memberi manfaat atas keberadaannya.. “saya minta Harta kekayaan ummat ini tolong dijaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kab Bogor Dadang Ramdani mengungkapkan, kegiatan ini merupakan langkah dalam rangka menguatkan posisi madrasah yang memang saat ini mendapat berbagai tantangan terutama soal sarana dan prasarana.

“Ini juga menjadi pemikiran kita bersama, bagaimana madrasah di Kabupaten Bogor menjadi berdaya dan menjadi perhatian kita bersama. Sehingga apa yang menjadi harapan warga madrasah menjadi pemikiran pemerintah daerah juga,” kata Dadang.

Dirinya berharap, ada kebersamaan dan kekompakan warga madrasah Ibtidaiyah sehingga appaun yang menjadi persoalan bisa disikapi dengan arif dan bijaksana. “Mari kita lihat kedepan bagaimana memajukan kualitas madrasah yang memang banyak jumlahnya,”tegasnya.(rul)

Comments