Ketum PBNU Said Aqil: Peresmian Masjid Bait Nusantara, Pertahankan Budaya Islam Nusantara

KLAPANUNGGAL-

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyampaikan sambutan jelang  acara peresmian Masjid Bait Nusantara, komplek Tiara School, Graha Prima, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor Jumat (13/10/17).

Dalam acara yang dihadiri oleh, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. Orang nomor satu di Organisasi terbesar di Indonesia ini menyinggung persoalan amanah diniyah (agama) dan amanah wathoniyah (kebangsaan). Sebagaimana yang diatur dalam agama Islam.

“Amanah untuk mempertahankan budaya Islam Nusantara itu menjadi keharusan,’ tegasnya.

Menurutnya, budaya patut dijaga bersama. agar tetap lestari dari generasi ke generasi. Lantaran merupakan budaya adalah struktur agama. Ia mencontohkan, sarung atau baju batik sebagai bentuk budaya.

“Agama untuk budaya, gamis untuk demo, itu enggak bener. Jangan sampai ketuker,” ucapnya disambut tawa para jamaah dilokasi.

Lebih lanjut ia menerangkan,  keharusan menjadi budaya terpaut erat  dengan ajaran agama Islam. Karena, nasionalisme merupakan bagian dari agama. Bahkan, bagian dari bentuk keimanan.

“Semakin besar iman seseorang. Maka semakin cinta dengan budayanya,” ucapnya.

Alumni ponpes Langitan ini juga membagi amanat pada dua katagori. Dua amanat tersebut, yakni amanah diniyah dan wathoniyah menurutnya harus dipertahankan.

“Ruh nya itu ada dalam Pancasila. Amanah diniyah dan amanah wathoniyah, dua duanya amanah dari Allah SWT di atas pundak kita semua,” tuturnya.

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menerangkan. Pembahasan Kiyaid Said sangat penting ditanamkan oleh masyarakat. Menurutnya, kiyai Yang memiliki ilmu yang mumpuni seperti Syaid Aqil patut diikuti.

“Seperti penekanan, ini adalah Indonesia jadi jangan pakai budaya Arab yang sebenarnya tidak sama dengan budaya kita,” tukasnya.

Sehingga, dalam menyelami ajaran islam. Masyarakat tak terjebak pada ajaran yang berbau Islam transnasional tapi lebih pada ajaran ijtihadi Islam Indonesia.(rul)

Comments