Mendagri Harapkan Kepala Daerah Turut Percepat Persoalan E-KTP

Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia diharapkan proaktif dan memberikan pengawasan terhadap percepatan pelayanan KTP-Elektronik (KTP-el) di daerah nya masing-masing. Hal tersebut dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) di Gedung Auditorium Unhan Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis, (26/10).

Tjahjo menjelaskan, perkembangan data kependudukan KTP – el sampai dengan Oktober 2017, dengan jumlah penduduk yang telah memiliki nomor induk kependudukan (NIK) sebanyak 261.142.385, dan sebanyak 189.630.855 jiwa di Indonesia yang wajib memiliki KTP-el.

Sedangkan 5,02 persen nya atau sebanyak 9.300.584 jiwa di antaranya belum melakukan rekam data sama sekali. Adapun sebanyak 175.949.127 jiwa, tercatat telah merekam data dan sedang dalam proses. “Saya harapkan agar seluruh Kepala Daerah untuk proaktif dalam menyelesaikan persoalan KTP-el yang sempat terkatung-katung, sehingga sedikit demi sedikit problem KTP-el bisa diselesaikan,” kata Tjahjo.

Menurutnya, proses hukum KTP Elektronik oleh KPK, menjadi salah satu pemicu lambatnya persoalan tersebut. “Tercatat, ada 68 pejabat Kemendagri, panitia lelang atau staf Kemendagri, staf Dukcapil daerah, yang sering dimintai keterangan sampai ber jam-jam, secara psikis mempengaruhi optimalisasi kerja,” ujarnya.

Dari sekian banyak kepala daerah di Indonesia, hanya hitungan jari saja yang secara serius melakukan percepatan penyelesaian masalah KTP-el. Ia contohkan, walikota Surabaya secara terus menerus memerintahkan staf nya untuk keliling wilayah sampai dengan tingkat RT.

“Seperti yang dilakukan oleh Ibu Risma Harini Walikota Surabaya, setiap hari mengerahkan pegawainya secara door to door ke setiap rumah untuk mengecek kepemilikan KTP-el, seandainya semua kepala daerah melakukan hal itu saya yakin persoalan cepat terselesaikan,” ungkapnya.

Pemerintah pusat, jelas Tjahjo, secara bertahap telah membagikan blanko KTP-el kepada masing-masing daerah di seluruh Indonesia. “Sudah kami kirim ke seluruh daerah,” tukasnya. (dip)

Comments