Musibah di Kosambi Tangerang, Sultan Syarief Berduka

bogorOnline.com

Sultan Banten, Syarief Muhammad Ash-Shafiuddin menyampaikan duka yang mendalam atas insiden ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang. “Dengan penuh rasa prihatin saya mendengar kabar mengenai banyaknya korban jiwa, dalam bencana nasional insiden ledakan di Kosambi yang menelan korban warga Banten,” ujar Sultan Syarief yang masih melakukan kunjungan Kesultanan ke Yogyakarta, sabtu (28/10).

“Perkenankan saya untuk menyampaikan ucapan duka cita yang sedalam-dalamnya atas banyaknya korban yang jatuh dalam musibah. Saya turut bersedih dan prihatin bagi keluarga para korban yang hingga saat ini belum teridentifikasi,” tambah Sultan Syarief.

Beliau mengapresiasi jajaran kepolisian dari Satuan Brimob Kalimantan Barat yang sedang BKO di wilayah Metro Jaya yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan membantu evakuasi para korban saat peristiwa terjadi.

Sebagai bentuk empati dan simpati Kesultanan Banten mengagendakan untuk menjenguk dan berempati kepada korban dan keluarga korban yang sedang dalam perawatan dan langsung ke TKP yang yang berlokasi di Kosambi.

Bencana Nasional telah terjadi di Banten, pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses meledak sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (26/10) lalu. Pabrik sekaligus gudang itu berlokasi di Jalan Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah korban meninggal dunia 47 orang hangus terbakar, 10 orang belum diketemukan diantara reruntuhan bangunan yang terbakar, puluhan orang 40℅ sampai 80% luka bakar dan dirawat di berbagai Rumah Sakit.

Hasil investigasi Tim dari relawan anggota Forum Rembuk Surasowan Kesultanan Banten yang ada di TKP, H. Ubay Permana, bahwa korban meninggal dunia warga Desa Belimbing sebanyak 30 orang. Menyebar di RT. 29/15, RT.30/15, RT. 31/16, RT, 32/16.

Sultan Syarief mengajak berdoa kepada semua pihak untuk seluruh korban yang meninggal dunia semoga amal, iman, dan Islamnya diterima Allah dan kita meminta pertolongan kepada Allah SWT agar musibah ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang, baik di Banten maupun di tempat lain.

“Dan semoga musibah ini menjadi peringatan dan menjadi hikmah bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan menjaga keamanan dalam bekerja, serta semakin mendekatkan diri pada Allah,” pungkas Sultan Syarief. *(Media Center Kesultanan Banten)(dhi)

Comments