Adanya Ratusan Bangli Di Bojonggede, Begini Menurut Penataan Ruang

CIBINONG-

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengatakan, terkait rencana pembongkaran ratusan bangunan liar alias Bangli di sepanjang Jalan Raya Bambu Kuning, Desa Bojonggede dan Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede. Menurut padang sesuai dengan penataan ruang, memang pada sepadan sugai dan sepadan jalan. Seharusnya digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH), yang merupakan suatu bentuk pemanfaatan lahan. Pada satu kawasan yang diperuntukkan untuk penghijauan.

“Maka tidak boleh berdiri bangunan dan jelas menyalahi aturan. Dengan begitu kami mendukung rencana kedapan. Bila memang setalah terbongkar nanti. Lokasi tersebut bisa digunakan untuk ruang terbuka hijau,” tutur Suryanto saat ditemui bogorOnline.com di kantor Senin (20/11/17).

Sebelumya, Sekretaris Dinas (Sekdis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor Sony Abdussukur mengatakan, mengenai Izin mendirikan bangunan (IMB) pada ratusan bangunan yang segera dibongkar. Di sepanjang Jalan Raya Bambu Kuning, Desa Bojonggede dan Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede itu. Pihaknya memang sampai saat ini belum berkoordinasi, baik itu kecamatan maupun Pegugas terkait.

“Namun kami meyakini bila prosesnya sudah sejauh itu kemungkinan bangunan tersebut, sama sekali tidak berizin alias bodong. Maka secepatnya kita akan komunikasikan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), guna membahas hal ini,” singkat Sony saat dihubungi bogorOnline.com Rabu (15/11/17).

Camat Bojonggede, Kabupaten Bogor Dace Hatomi mengatakan, mamang benar pihaknya sudah melakukan peneguran kepada 146 pemilik bangunan liar (Bangli) yang berlokasi pada sepanjang Jalan Raya Bambu Kuning, Desa Bojonggede dan Desa Bojong Baru. Untuk segara melakukan pengosongan tempat tersebut, karena akan ditertibkan oleh Petugas terkait. dalam hal ini adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bogor dan kecamatan. Sebab menurut dirinya sudah jelas bangunan tersebut tidak memiliki Izin mendirikan bangunan alias IMB, ditambah menyerobot sepadan sugai dan sepadan jalan.

“Alhamdulillah sampai saat ini rencana pembokaran itu, berjalan lancar dan tidak ada protes sama sekali. Bahkan si pemilik juga sudah ada yang mengosokan Bangli,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.(rul)

 

Comments