Kejari Benarkan ada Permasalahan di Proyek Betonisasi Jalan Empang – Pasir Kuda

Bogor – bogorOnline.com

Sejumlah proyek-proyek pembangunan di Kota Bogor yang dilaksanakan di tahun 2017 ini, diantaranya pembangunan betonisasi jalan atau rigid (pengecoran) di beberapa titik, menjadi perhatian serius Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.

Mega proyek pembangunan betonisasi jalan saat ini sedang dipelototi dan dibidik oleh Kejari, salah satunya pembangunan betonisasi Empang – Pancasan yang diketahui bermasalah karena hasil pekerjaannya yang diduga tak maksimal karena mengalami belah dan retak-retak, sehingga beton itu dilakukan pembongkaran dan dibeton ulang oleh pihak kontraktor pelaksana saat ini.

Kasi Intelijen Kejari Kota Bogor, Widiyanto Nugroho mengatakan, Kejari saat ini sedang memperhatikan sejumlah kegiatan proyek proyek pembangunan di Kota Bogor. Untuk pembangunan betonisasi Jalan Empang hingga Pancasan, dbenarkan ada sejumlah permasalahan yang saat ini sedang didalami.

“Kami menyikapi permasalahan pembangunan betonisasi di Empang. Hasil dari lapangan bahwa seharusnya umur beton itu tidak boleh kurang dari 7 hari, dan apapun alasannya, kalau betonnya belum kuat, tidak boleh dilintasi oleh kendaraan apapun. Pihak pelaksana pembangunan harus bertanggungjawab penuh atas pembangunan itu,” kata Widiyanto, Selasa (21/11/17).

Mantan Kasi Pidsus Kejari Tuban Jatim ini menuturkan, masalah pembangunan beton jalan di Empang itu, harus disikapi oleh Dinas PUPR, kenapa mereka menilai 100 persen pekerjaan, sementara pekerjaan ada yang retak-retak dan rusak, bahkan ada pekerjaan belum selesai. Dalam hal pekerjaan yang masih terdapat keretakan dan stigma negarif masyarakat, tidak serta merta pihak kontraktor menyalahkan masyarakat, karena sepanjang kontraktor melaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan volumenya, tidak ada alasan mereka menagih uang pekerjaan sesuai prestasinya.

“Kalau dilakukan uji lab dan sudah di cek oleh pihak Inspektorat, kenapa tidak diantisipasi terkait tonase kendaraan melintas ketika beton belum cukup umurnya untuk dilintasi. Jadi tidak ada alasan menyalahkan masyarakat menggunakan jalan itu walaupun beton tersebut belum sepenuhnya kuat,” jelasnya.

Kejari juga akan mengawasi sejauh mana tindak lanjut pekerjaan sejumlah proyek pembangunan jalan di Kota Bogor. Secara garis besar, apabila memang ada penilaian stigma negarif dari warga masyarakat tentang proyek beton jalan di Empang hingga Pancasan itu, maka akan didalami semuanya.

“Saya ingin membuat Kota Bogor untuk pembangunannya tidak ada kendala, karena saya melihat ada sejumlah pembangunan yang tidak berjalan, seperti di RSUD terjadi gagal lelang, termasuk pembangunan Masjid Agung yang juga gagal lelang. Apalagi pembangunan jalan jalan yang menggunakan sistem betonisasi, semuanya kita awasi,” ucapnya.

Jadi pengawalan dan pengawasan akan dilakukan terhadap sejumlah kegiatan proyek proyek di Kota Bogor. “Saya ingin kedepannya memberikan pengawalan kepada Pemkot Bogor melalui komando Kepala Kejari, sehingga tidak terjadi lagi proyek proyek yang menghalangi hambatan, ataupun proyek yang mengalami masalah. Disisi lain, kita berharap untuk kinerja di bidang penyelidikan supaya terus ditingkatkan, sehingga dari sisi pencegahan dan penindakan dapat diperoleh dengan baik,” tandas Widiyanto yang juga mantan Kepala Cabang Kejari Kota Semarang ini. (Nai)

Comments