PPP dan Golkar Kota Bogor, Siap Gabung atau LAWAN PETAHANA

 

Koalisi Pilgub Jabar turun ke Pilwalkot Bogor

Bogor – bogorOnline.com

 

Resminya Partai Golkar bergabung dalam koalisi bersama PPP, PKB dan Nasdem dalam mengusung Ridwan Kamil (RK) pada Pilgub Jabar, disikapi serius oleh para pimpinan partai di Kota Bogor. Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor beserta jajaran pengurus, melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin (ZM), beserta pengurus di Cafe Mead East, Kecamatan Bogor Tengah.

 

Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor mengatakan, untuk Pilgub Jabar telah terbangun koalisi antara Golkar dengan PPP serta PKB dan Nasdem. Hasil koalisi itupun harus disikapi dan diperkuat oleh daerah, terutama di Kota Bogor yang sama sama akan menggelar Pilkada serentak dengan Pilgub Jabar.

 

“Lebih enak apabila nanti di Pilwalkot Bogor terjadi akselerasi antara Jawa Barat dan Kota Bogor. Pilkada nanti akan serentak dan bersamaan, jadi apabila paketnya sama, maka akan memudahkan dalam perjuangan Pilkada nanti. Kita menjaga kondusifitas Kota Bogor menjelang Pilwalkot dan Pilgub Jabar, sehingga komunikasi politik antar parpol koalisi kita bangun terus menerus,” ungkap Tagor kepada Wartawan, Senin (13/11/17).

 

Terkait rekomendasi Partai Golkar yang memilih Daniel Mutaqien pada Pilgub Jabar, Tagor menerangkan bahwa Ketua DPD Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah menerima bahwa yang di usung adalah Daniel Mutaqien. Sehingga dengan adanya keputusan rekomendasi DPP itu, semua daerah fatsun atas keputusan tertinggi partai.

 

“Kita semua fatsun dengan keputusan itu, sehingga harus kita kuatkan koalisinya di daerah,” terangnya.

 

Dengan sudah terbangunnya koalisi di tingkat Jawa Barat, maka hal itupun berpeluang besar kemungkinan koalisi Jabar ditarik ke Pilwalkot Bogor. Menyangkut incumbent petahana Walikota Bogor, Tagor menuturkan bahwa koalisi Golkar dan PPP bisa saja bergabung dengan petahana atau head to head dengan petahana.

 

“Kita berpeluang besar berkoalisi dengan petahana incumbent, nanti untuk posisi F1 dan F2 tinggal di bicarakan bersama saja. Jadi bisa saja koalisi di Pilwalkot ini adalah koalisi Jabar plus plus, karena ada gabungan dari petahana,” ucapnya.

 

Namun demikian, semuanya masih mencair dan dinamis, karena perpolitikan si Kota Bogor juga terus berkembang dengan dinamika di tingkat Jawa Barat.

 

Sementara, Ketua DPC PPP, Zaenul Mutaqin mengatakan, PPP melakukan silaturahmi dengan Golkar untuk mempersiapkan Pilgub Jabar, karena PPP dan Golkar berkoalisi pada Pilkada Jabar. Jadi koalisi Pilgub Jabar juga berpeluang besar berlanjut ke Pilwalkot Bogor, namun mengenai koalisi, belum bisa dipastikan karena PPP juga sedang berkomunikasi dengan partai lain di Kota Bogor ini.

 

“Pertemuan parpol antara PPP dan Golkar ini memang belum pernah dilaksanakan, sehingga hari ini dilakukan pertemuan menindaklanjuti adanya koalisi Pilgub Jabar. Hasil koalisi Pilgub Jabar harus disikapi serius di daerah Kota Bogor. Kalaupun nanti ditakdirkan berkoalisi antara PPP dan Golkar untuk Pilwalkot Bogor, maka akan lebih mudah karena sudah terbangun komunikasi,” kata Zaenul.

 

Tetapi sampai saat ini PPP belum mendapatkan arahan dari DPW Jaw Barat terkait koalisi Pilgub Jabar untuk di Pilwalkot Bogor, apakah akan dilanjutkan koalisi itu, atau Kota Bogor diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan arah partai koalisi.

 

“Bagi kami dengan siapapun PPP berkoalisi, semuanya sangat memungkinkan termasuk apabila berhadapan juga harus dihadapi. PPP berbicara saat ini karena belum ada kepastian, baik nanti berkoalisi dengan incumbent atau berhadapan dengan incumbent. Kita masih terus membangun komunikasi,” jelasnya.

 

Zaenul juga mengakui bahwa dirinya terus mendapat dukungan dari masyarakat, bahkan sejumlah kyai kyai kampung di Kota Bogor, memberikan dukungan agar maju Pilwalkot, dan memberikan saran agar berpasangan dengan incumbent Wali Kota Bima Arya.

 

“Dukungan sudah kedua kali, pertama dari para kyai Gema Aswaja dan sekarang dukungan dari para kyai kampung. Ini merupakan dorongan dalam rangka menghadapi Pilwalkot nanti. Dukungan dari para ulama menjadi salah satu yang menguatkan saya maju di Pilwalkot, bahkan para ulama memberikan saran kepada saya agar berpasangan dengan Bima Arya. Saran itu akan saya pertimbangkan dalam perpolitikan ini,” pungkasnya. (Nai)

Comments