Rigid Jalan Empang Dibongkar, Pelaksana Kontraktor, Ini Bentuk Tanggung Jawab Pelaksana

Kita Kerja Tak Asal Asalan

Bogor – bogorOnline.com

CV Harum Langkah Perkasa sebagai pihak pelaksana dalam pengerjaan Betonisasi (Rigid) Jalan Empang hingga Pasir Kuda, membongkar kembali hasil pengerjaan nya. Padahal, proses pengerjaan jalan sepanjang 420 Meter, yang menggunakan anggaran APBD sebesar 1,8 M ini, sudah selesai dan sudah diserahterimakan.

Pelaksana Proyek, Ervat menuturkan, kita melakukan pembongkaran sebagai bentuk tanggung jawab dari pihak pelaksana pengerjaan proyek betonisasi ini, hal itu dilakukan untuk untuk memperbaiki pengecoran dibeberapa titik Jalan Empang ini.

“Jadi kita bukan kerja asal asalan, pak Walikota pun sudah memberikan saran untuk pembongkaran ini, ini bentuk tanggung jawab dari pihak kontraktor,” ungkap Ervat kepada Wartawan, Jum’at (17/11/17) malam.

Ervat menjelaskan, pemicu keretakan yang terjadi disini adalah, dimana umur beton yang kita pakai di spek spek nya ini, untuk pelaksanaan pekerjaan ini 7 hari, jadi pas masa waktu 4 hari sudah dilalui, dan makanya, untuk kedepannya, kita kan ganti pembetonan.

“Masyarakat diminta untuk lebih bersabar saat melewati jalanan ini,” jelasnya.

Pada saat ditanya apa alasan jalan tersebut sudah dibuka, padahal belum waktunya dibuka, Ervat menuturkan, pada saat itu lalu lintas sangat padat, polisi sudah maksimal dalam pengaturan lalu lintasnya, kami disinipun sudah maksimal membantu pihak kepolisian dalam hal kelancaran lalu lintas. Namun, yang namanya masyarakat ada yang sabar ada yang tidak sabar, jadi terlewati. Total pembongkaran rencana nya sekitar 70 meteran dengan lebar 5 meter, total panjang pengecoran 420 meter. Jika bicara kerugian adalah, tapi saya tidak akan menyebutkan berapa kerugiannya disini.

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai pelaksana, untuk pembongkaran ini kita usahakan dalam waktu satu minggu, untuk pengecorannya kembali selama dua hari, dan penutupan nya selama tujuh hari, baru bisa dilalui, mudah mudahan dalam dua minggu ini bisa selesai,” harapnya.

Lebih lanjut, Ervat mengatakan, saya mau komentar untuk urusan opini dewan yang beredar, untuk ketua komisi C. Menurut saya, untuk opini opini yang disebarkan jangan terlalu bikin resah masyarakat, karna komisi C belum melakukan pengujian beton ini, tapi sudah membuat statment di media media itu bahwa anggaran ini tidak sesuai dengan pekerjaan.

“Tidak sesuainya sebelah mana pengujian belum dilakukan, kajian belum dilakukan, tapi maksud saya, seharusnya untuk komisi C ini mencari solusi, memanggil dinas memanggil pihak pelaksana. Kita selama ini, dipanggil, dipanggil, cuman belum ada waktunya, harusnya kan manggil cari solusi gimana, bukan ngomong ke Media yang tambah meresahkan masyarakat, ini bentuk tanggung jawab dari kita lah,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Kebinamargaan pada Dinas PUPR Wawan Gunawan menjelaskan, uji lab sudah sesuai dengan yang diterapkan pengecoran ini, hanya saja, ada hal non teknis yang tidak bisa dihindari pasca daripada pengecoran.

“Yaitu adanya hal hal yang mestinya belum kita lalui dengan umur beton yang agen 7 hari, itu belum 7 hari sudah dilalui, ini sudah dilalui. Dampaknya akan terjadi seperti ini, orang akan melihat, dari atas permukaan keras tapi dalam daripada beton itu masih lembek, sehingga pada saat ada beban beban yang berat, terjadi beban kejut, sehingga terjadilah retak seperti ini,” ungkap Wawan.

Wawan mengungkapkan, ini salahsatu bentuk tanggung jawab dari pelaksana, untuk perbaikan, saya merespon dan menghargai, itikad daripada tanggung jawab dari pelaksana ini, dan saya mengharapkan kedepan, apabila ini diperbaiki lagi, saya mengharapkan masyarakat untuk dapat menahan diri.

“Jadi saya harap, masyarakat pengguna jalan ini, untuk ikuti aturan, berapa waktu yang di izinkan untuk dilalui beton ini, kan minimal 7 hari, setelah itu silahkan dilewati. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kualitas beton jalan yang kita harapkan bersama,” ungkap Wawan.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan, dari awal kita sudah kordinasi dengan Satlantas tentang traficnya, dengan DLLAJ juga kita sering komunikasi, dari awal hingga akhir, itu kami lakukan, dan kordinasi itu kita lakukan terus, kedepan akan kita lebih hati hati dan lebih memperhatikan kualitas beton itu sendiri. Untuk semua biaya masih tanggung jawab pelaksana, termasuk dalam masa pemeliharaan.

“Kejadian seperti ini baru dikota Bogor, saya mengalami hal ini baru, karna disini traficnya juga padat orang akan berburu buru untuk melewati jalan ini, sehingga mereka menganggap bahwa jalan kontruksi itu sudah layak dipakai, tapi kenyataannya belum layak dipakai, karna waktu betonnya belum mencukupi,” pungkasnya. (Nai)

Comments