Yus Ruswandi Pertanyakan Kinerja PPK dan Konsultan Proyek Rigid Empang – Pasir Kuda

 

 

Bogor – bogorOnline.com

 

Anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi mempertanyakan apakah pejabat pembuat komitmen (PPK) dan konsultan pengawas proyek rigid (pengecoran) beton Jalan Empang – Pancasan –  Pasir Kuda, melakukan pengawasan terhadap pembangunan tersebut.

“Sudah diserahterimakan, dengan demikian sudah tidak ada masalah. Tapi ternyata keretakan itu sudah terjadi sebelum penyerahan. Lantas apa yang menjadi dasar itu diterima oleh PUPR, sebab menurut kami proyek itu belum 100 persen bisa diterima. Sebab, dampak keretakan itu berdampak besar, karena keretakan rigid dapat membuat air masuk, berbeda dengan aspal,” ungkap Yus kepada wartawan, Kamis (16/11/17).

Jalan Pancasan Arah Pasir Kuda

Menurut dia, keretakan beton jalan yang terparah ada di dekat jembatan Pulo Empang. Apabila rigid retak hingga ke bawah, otomatis harus dilakukan pembongkaran lantaran air dapat masu ke dalam sehingga dapat mempengaruhi kekuatan beton.

 

“Beda dengan aspal. Dari harga saja rigid sudah jauh lebih mahal dari aspal. Betonisasi dilakukan agar kualitas jalan bagus dan bertahan hingga 20 tahun,” katanya.

Jalan Empangi

Selain itu, dalam proyek rigid beton juga terdapat SOP, apabila kekuatan beton FS 450 otomatis jalan tersebut baru dapat digunakan setelah tujuh hari.

 

“Di dalam proyek itu ada konsultan pengawas, kalau memang dibuka sebelum tujuh hari kenapa dipaksa dibuka sebelum waktunya,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya menanggapi serius hasil temuan Komisi C DPRD Kota Bogor terkait kerusakan beton Jalan Pancasan atau R Aria Suryalaga, Kecamatan Bogor Barat. Iapun meminta agar Dinas PUPR segera meminta pertanggung jawaban kontraktor.

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor agar pihak pelaksana (kontraktor) bertanggungjawab. Harus dibongkar segera titik yang rusaknya untuk diperbaiki. Ada laporan masuk, jadi setelah dibangun langsung digunakan oleh pengguna jalan jadi cepat rusak,” ujar Bima.

Walikota saat memantau pengerjaan Rigid jalan empang-pancasan beberapa waktu lalu

Menurut Bima, pembongkaran kurang lebih harus dilakukan sepanjang 40 meter. Dan semestinya, jalan beton itu digunakan setelah 7 hari.

 

“Ini kabarnya baru tiga hari saja sudah dibuka, karena ada iring-iringan kendaraan yang melalui jalur itu,” tukasnya. (Nai)

Comments