GMPLS Ajak Para Jukir dan Pedagang Jaga Kondusifitas Wilayah

bogorOnline.com

Sebelum memasuki malam pergantian tahun 2017 ke 2018, semua pihak diminta agar dapat menjaga kondusifitas wilayahnya. Seperti halnya yang dilakukan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Sempur (GMPLS).

Pembina GMPLS, Muhamad Nuryadi (Om Black) mengatakan, sesuai arahan dari Kapolsek Bogor Tengah kemarin, dirinya mengajak semua pihak agar bisa menahan diri dimalam pergantian tahun ini, khususnya kepada para Juru Parkir (Jukir) atau pun para pedagang disekitar kawasan sempur.

“Jika kalian (Jukir-red) melihat sesuatu yang mencurigakan atau mendapatkan kejadian keributan, jangan terbawa suasana dengan main hakim sendiri, sebisa mungkin kita bantu melerai dan laporkan ke Pos Jaga. Selebihnya, biar petugas keamanan yang melakukan tindakan lebih jauh,” ungkap Black usai memberikan arahan kepada para Jukir, yang didampingi Ketua GMPLS Gunawan, Ahad (31/12/17) petang.

Black melanjutkan, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan bersama, setiap hari kita melakukan briefing, dan kita selalu mengupadate segala macam bentuk informasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan kawasan sempur. Misalkan ada yang menginfokan kepada kami secara langsung ataupun via medsos. Bahwa dikawasan sempur daerah pinggir sungai Ciliwung, suka ada Anak Baru Gede (ABG) yang nongkrong sembari mabuk-mabukan.

“Nah itu, dari semalam sudah kita antisipasi, dengan cara menegur secara baik-baik agar mereka meninggalkan kawasan sempur ini, bahkan jika ada yang terlihat membawa kantong plastik yang mencurigakan, kita langsung tegur dan diminta untuk menjauh dari kawasan Sempur. Sebab Minuman adalah sumber dari segalamacam kengacoan,” ujarnya.

Sempur ini, masih kata Black, selain kawasan wisata sembari berkuliner, adalah lingkungan yang nyaman dan aman, kalau bukan dimulai dari kita sendiri yang menjaganya, mau siapa lagi?. Terkait gangster, sekitar dua tahun lalu memang pernah ada kedapatan disini, tapi sekarang sudah tidak ada, karena kita disini, meskipun kita bukan aparat yang berwenang, kita cukup tegas memperingati mereka, tentu saja dengan kordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa teelebih dahulu.

“Kita disini ingin usaha dengan tenang, kita tidak mau tempat usaha kita jadi sarang mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi pemerintahan dan trantib Kelurahan Sempur, Samsudin Noor mengatakan, mudah-mudahan situasi dan kondisi di Sempur ini akan terjaga keamanannya.

“Mari kita semua antisipasi semua hal-hal yang tidak diinginkan, dan tolong kita jaga bersama lingkungan wilayah sempur ini,” pungkas Noor. (Nai)