Pasangan Calon Independen Ade Mashudi Linda Dahlina Lakukan Gugatan ke KPU

Bogor – bogorOnline.com
Terkait keputusan KPU Kota Bogor tentang tidak memenuhi syarat dukungan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota yang melalui jalur perseorangan atau independen, Ade Mashudi dan Linda Dahlina.
Berdasarkan hal tersebut, pasangan bakal calon ini melakukan gugatan ke KPU Kota Bogor. Sidang perdana gugatan tersebut dilaksanakan di Kantor Panwaslu Kota Bogor, Jalan Bantarjati, Kamis (7/12/17).
Pasangan jalur perseorangan, Ade dan Linda mengungkapkan alasan alasan permohonan gugatan, yaitu keberatan dan menolak hasil verifikasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor. diantaranya, tidak ditemukannya 3 (tiga) bundel lampiran KTP Asli pada arsip lampiran kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur hanya terdapat 1 (satu) bundel lampiran KTP asli dalam kotak kecamatan Bogor Timur, yang Seharusnya 4(empat) bundel lampiran KTP asli Kelurahan Bogor Timur sesuai dengan data rekap yang dipersiapkan. Tidak ditemukan 6 (enam) bundel syarat dukungan dan lampiran KTP asli pada Kecamatan Bogor Barat Adapun rincian syarat dukungan dan lampiran yang tidak terdapat didalam Box kecamatan Bogor sebagai berikut, Kelurahan Menteng, syarat dukungan ada lampiran KTP tidak ada, Kelurahan Margajaya, syarat dukungan ada lampiran KTP tidak ada, Kelurahan Balumbang J aya, syarat dukungan ada lampiran KTP tidak ada, Kelurahan Pasir Kuda, syarat dukungan ada lampiran KTP tidak ada, Kelurahan Pasir Mulya, syarat dukungan ada lampiran KTP tidak ada, Kelurahan Gunung Batu, syarat dukungan ada lampiran KTP tidak ada.
“Bukan itu saja, tidak ditemukan 1 (satu) bundel lampiran KTP asli pada arsip kelurahan Pakuan Kecamatan Bogor Selatan, tidak ditemukan 1(satu) bundel lampiran KTP asli pada arsip Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal. Jadi kita melakukan gugatan ini sangat jelas dan kuat dasar dan fakta serta buktinya,” ungkap bacalon Walikota Ade Mashudi.
Ade, yang juga Ketua AMS Kota Bogor ini menegaskan, gugatan masuk ke Panwas dilakukan tanggal 2 Desember 2017. Dalam sidang pertama menyampaikan gugatan dan selanjutnya menunggu jawaban pihak KPU secara tertulis pada Sabtu mendatang.
“Kami belum bisa menerima hasil keputusan KPU terkait penetapan dukungan dan kita sampaikan bahwa hasil dari KPU tidak sesuai dengan hasil yang di upload di sipol KPU. Hasil dari KPU juga sangat jauh dari kenyataannya. Bahkan ada kelurahan yang nol dukungan, padahal semua data dukungan sudah di print out,” jelasnya.
Ade menyebutkan, saat menyerahkan dukungan ke KPU, total  dukungan sebanyak 51.048, sedangkan yang direkap oleh KPU sebanyak 46.593 dan KTP dengan total 34.075.
“Perbedaannya sebanyak 3500 an, dan itu sangat tidak logis karena semua data data dari kami sudah clear semuanya. Saya minta transparan dan kalau dihitung adalah box asli, maka ada tiga rangkap. Kalau copy nya ada maka asli nya harus ada juga,” tandasnya.
Masih ditempat yang sama, Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Eliyas Mau, menjelaskan, sidang pertama dilaksanakan tentang gugatan dan substansi tuntutan sidang tentang pengaduan atas ketidakterimaan pasangan bakal calon perseorangan Ade Maksudi dan Linda.
“Dalam berita acara dikatakan bahwa pasangan bakal calon Ade Maksudi tidak diterima karena kekurangan berkas data dukungan. Dalam sidang dibuka soal kronologis, jadi sidang hanya pada proses pemohon. Nanti sidang selanjutnya akan dilaksanakan hari sabtu mendengar jawaban dari KPU Kota Bogor,” tutupnya. (Rky/nai)

Comments