Kuasa Hukum GS Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Cibinong

bogorOnline.com

Usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyimpangan dana APBD desa tahun 2015 dan 2016, Kepala Desa (Kades) Tamansari, GS melalui Kuasa Hukumnya mengajukan Permohonan Pengalihan Penahanan dari Tahanan Rutan menjadi Tahanan Rumah atau Tahanan Kota kepada Kejaksaan Negri (Kejari) Cibinong.

Kuasa Hukum GS, Guntur Daso mengatakan Sebagai kuasa hukum yang di tunjuk oleh keluarga tersangka tentu akan melakukan upaya upaya hukum.

“Kami telah mengajukan pemohonan pengalihan penahanan sebagai mana di atur dalam KUHP pasal 23 dan Pasal 31 sebagai mana hak daripada tersangka yang di tahan,” ujar Guntur kepada wartawan, Senin (30/1/18).

Selain itu, lanjut Guntur, hari ini sudah di sampaikan suratnya kepada kepala kejari Cibinong dan kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus.

“Mudah mudahan surat tersebut dapat di kabulkan, karena kita juga melampirkan pernyataan jaminan dari istrinya lalu kami juga menyampaikan jaminan agar bisa di alihkan setidaknya tahanan kota atau tahanan rumah,” ungkapnya.

Berkaitan dengan kerugian negara, Guntur menegaskan, dari pernyataan itu belum dinyatakan adanya kerugian negara, tetapi kami menjawab dari anggaran tahun 2015 dan 2016 ada dana yang di keluarkan sekitar Rp.300.000.000,- yang sebenarnya oleh pak GS, sebagai bentuk pertanggung jawaban, dan itu sudah diganti dengan uang pribadinya, itu pun sudah dinyatakan dalam BAP.

“Memang faktanya ada dua pekerjaan yang belum dilakukan pada tahun 2016, tetapi oleh desa di buat pekerjaannya pada tahun 2017,” tegasnya.

Mengenai dana desa yang dipakai untuk pribadi atau apa, Guntur menjelaskan, itu tidak ada Faktanya jika pak kades yang menikmati uang tersebut.

“Karena sebagai bentuk pertanggung jawaban dia sebagai kepala desa, yang sudah mengeluarkan uang tersebut, maka kita menghormati penetapan tersangka kepada beliau,” jelasnya.

Dan untuk mengenai ada uang yang dinikmati oleh pihak lain, kita akan melakukan proses hukum, kita akan buka siapa saja yang menikmati uang tersebut.

“Saat ini baru pak Gumilar yang di tetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, tentu kita akan mengawalnya dari sekarang sampai persidangan di pengadilan Tipikor di Bandung,” pungkasnya. (Rky)

Comments