Siapkan Petisi ‘Bebaskan’ Lapangan Sempur

ogorOnline.com

Sering adanya larangan warga untuk bermain di Lapangan Sempur, terutama di zona yang memiliki rumput, memancing reaksi sejumlah kalangan.

Bahkan, lapangan tersebut kini seperti pajangan saja yang hanya bisa dilihat dari kejauhan oleh warga Bogor sendiri.

Akhir pekan kemarin saja, sejumlah warga kecewa karena masih dilarang oleh petugas yang keliaran, dengan alasan yang tak jelas saat akan memasuki area rumput Lapangan Sempur.

“Kita sudah jauh-jauh datang di hari libur ini ke Lapangan Sempur. Eh ternyata dilarang masuk dan injak rumput. Sebenarnya ada apa sih, karena sering banget lapangan ini ditutup oleh petugas,” ungkap Teja Rahmadi, warga Katulampa, Senin (15/1/18).

Ia berharap, jenis rumput di Lapangan Sempur segera diganti seperti di Kota Bandung dimana setiap saat warga bisa leluasa bermain setiap saat.

“Untuk apa dibangun mahal-mahal, jika kondisinya seperti ini. Kami dan tentunya sebagian besar warga rindu dengan Lapangan Sempur yang dulu,” tandasnya.

Senada dengan Teja, Ryan yang merupakan warga Bantarjati beserta kedua anaknya menambahkan, jika di hari biasa rumput di Lapangan Sempur ini dilarang, maka usahakan untuk akhir pekan serta libur seperti di hari Sabtu atau Minggu, terbuka untuk umum.

“Bingung kita. Sudah jauh-jauh datang tahunya dilarang. Memang, beberapa bulan lalu, saya dan keluarga pernah main kesini dan kebetulan rumputnya bisa diinjak. Tapi, tambah kesini semakin sering ditutup tanpa alasan yang jelas,” ketus dia.

Terpisah, Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat berharap, pemkot melalui dinas terkait jangan terlalu melarang aktifitas warganya sendiri, terutama yang ingin bermain atau bersantai di fasilitas publik tersebut.

“Lapangan itu dibiayai oleh negara. Bukan milik seseorang pejabat saja. Jangan dibuka saat ada kegiatan pejabat tertentu saja. Tidak boleh seperti itu,” tekan Romy sapaan akrab Rachmat.

Romy juga menegaskan, sebaiknya segera dicabut larangan-larangan warga untuk bermain di area rumput Lapangan Sempur secepat mungkin. Pihaknya, akan membuat petisi dan mendorong ke sejumlah pihak, agar tak ada larangan lagi bagi warga Bogor yang ingin menikmati Lapangan Sempur kedepannya.

“Anggaran perawatan pun tidak memakai dana pribadi. Jadi, sebaiknya jangan larang lagi warga untuk menikmati fasilitas umum atau publik,” tutup dia. (Nai)