Rapat Akbar Tandai Pergerakan Pasangan Rindu

Bandung – Rapat Akbar simpatisan, relawan dan pendukung calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum (Rindu) di gedung Sabuga, Kota Bandung, kemarin, menjadi tanda dimulainya pergerakan seluruh tim pemenangan.

Kaum milenial, menjadi bidikan utama untuk meraih simpati atas pasangan yang dianggap telah berpengalaman memimpin daerah nya masing-masing.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil telah berpengalaman dengan segudang prestasi selama menjabat Walikota Bandung, sedangkan Uu Ruzhanul Ulum juga moncer di dua periodenya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya.

Diprediksi, kaum milenial akan memilih duet pasangan Rindu, alasannya, karena Ridwan Kamil memiliki modal kuat merebut hati masyarakat khususnya kaum milenial di media sosial.

“Yang jelas, pemilih milenial jumlahnya diperkirakan mencapai 30 persen dari pemilih sesuai dengan data dari KPUD. Itu artinya 30 persen ini yang melek teknologi, jadi kemungkinan besar mengenal Ridwan Kamil melalui kemajuan teknologi,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.

Menurut Ujang, Ridwan Kamil alias Kang Emil juga memilih pendamping yang tepat yakni Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul yang menurutnya memiliki latar belakang santri dan NU.

“PKB dan PPP kan bersatu, dan basis NU ada di Ridwan Kamil ya, nah untuk wilayah Selatan, seperti Tasik, Banjar, Ciamis itu bisa dikuasai Uu Ruzhanul Ulum dan ditambah PKB di Subang, dan wilayah-wilayah ke tengah,” katanya.

Untuk itu Ridwan Kamil yang sudah mengantongi dukungan dari kaum milenial dan santri ini, strategi bertemu masyarakat harus terus dilakukan.

Beberapa survei yang dilakukan juga menunjukan kalau pasangan RINDU juga dipersepsikan sebagai pasangan yang merakyat, membawa perubahan, pintar, visioner dan berprestasi.

Kepada sejumlah wartawan, Uu Ruzhanul Ulum juga menyatakan bahwa di rapat akbar kemarin, menandai bahwa pergerakan pasangan Rindu akan mulai digalakkan secara masiv. ‎Dimana setiap strategi pemenangan yang sudah dirancang akan mulai digulirkan.

“Kami kemarin bergerak sendiri-sendiri, setelah ini kita bergerak secara sistematis dan secara struktur ada koordinasi dengan tim, karena sekarang sudah tersusun dengan rapih,” jelas Uu.

Dikatakan mantan ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini, dirinya tidak hanya fokus di lingkungan pesantren saja. Namun, dia akan merambah kepada kelompok lain yang memungkinkan bisa dia rangkul untuk bisa mendukung pasangan Rindu.

“Kalau orang beranggapan saya identik dengan pesantren sah-sah saja, tapi saya politisi tidak akan berhasil kalau didukung hanya stau kominitas, saya tidak hanya di lingkungan ponpes dan ulama tapi di sisi lain saya layak silaturahmi kenapa tidak, tapi membawa visi misi ulama dan para kyai,” ujarnya.

Meski begitu, Uu menegaskan prioritasnya bersama Emil dalam membangun Jawa Barat tidak melulu hanya meningkatkan kualitas agama Islam saja, kedua berjanji akan mengakomodir seluruh kelompok agama yang ada di Jawa Barat.

“Maka point kesatu adalah agamanya juara, bukan hanya agama milik muslim, mencakup kepada seluruh agama yang diakui oleh negara dan pancasila ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil mengajak kepada seluruh simpatisan, relawan, kader partai koalisi, untuk menyuarakan pasangan Rindu.

“Setelah ini, mari berikan pemahaman dan mengajak keluarga anda, tetangga dan lingkungan anda untuk memahami pasangan Rindu, karena pasangan Rindu merupakan pasangan yang tepat untuk melakukan perubahan di Jawa Barat. Insya Allah kita ini pasangan yang paling mantap, Pak Uu dan saya adalah kepala daerah kemudian kombinasi kota desa dan sebagainya, membuat semangat itu akan kita tularkan kepada relawan,” kata Emil sapaan nya.

Emil juga menyerukan, kepada para pendukungnya agar memberikan dukungan dengan cara yang positif dan elegan. Dia menyatakan sangat menghindari dan melarang pendukungnya untuk menjalankan kampanye hitam, lantaran dia ingin menciptakan iklim persaingan yang bersih.

“Pesan kampanye sama, bahwa kita nanti harus menang dengan ilmiah, menang dengan akhlak, kita berikan pesan yang baik-baik, memperjuangkan visi misi yang positif‎. Saya larang menyelenggarakan yang negatif, balck campaign atau apapun juga, kita ingin tunjukkan bahwa perhelatan demokrasi di Jawa Barat ini sangat dewasa, kreatif, dan beradu gagasan,” tukasnya. (adi)

Comments