Minimnya Perhatian Pemerintah Terhadap Korban Bencana Puraseda

Leuwiliang – Paska banjir bandang yang merusak sejumlah fasilitas umum seperti pemukiman, jembatan, dan sekolah di Kampung Tengah, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Oktober 2017 yang lalu, hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat.

Jembatan yang terputus sewaktu terkena bencana, hingga kini juga belum terlihat tanda-tanda adanya perbaikan, padahal jembatan sungai Cisarua tersebut merupakan penghubung dari satu kampung ke kampung yang lain.

Bahkan 115 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Tengah, terpaksa harus menumpang ke SDN Puraseda 1.

 

Empat ruang kelas SDN Kampung Tengah yang lokasinya persis di bibir sungai yang mengalami kerusakan parah, atap dan dinding ambruk terbawa arus banjir hingga kini juga belum adanya perbaikan.

Informasi diperoleh dari warga kampung tengah, banjir bandang di Desa Puraseda sudah lebih dari tujuh kali. Bahkan sebelumnya sempat merusak rumah warga dan jembatan desa, sehingga mengganggu aktivitas 44 kepala keluarga yang ada di Desa Puraseda.

Ketua Dewan Pakar Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) Adi Prabowo saat meninjau kondisi Kampung Tengah mengatakan, hampir seluruh masyarakat menginginkan segera adanya bantuan pembangunan dari pemerintah.

“Kampung Tengah ini masyarakat nya masih terisolir, sehingga aktivitas nya sangat terbatas. Bahkan, anak-anak sekolah harus melewati jembatan sementara,” kata Adi Prabowo, Senin (19/02).

Bersama warga, ia memohon kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk peduli terhadap kampung tengah tersebut. “Sebetulnya warga sudah ditawarkan untuk pindah dari perkampungan itu, tapi hanya di bantu uang sebesar Rp 50 juta dari pemerintah, masyarakat tidak mau karena dirasa tidak mungkin cukup untuk membeli atau membuat rumah baru di daerah lain,” ungkapnya.

Ma’mun, selaku Ketua RT 02/03 menuturkan, bahwa masyarakat sejauh ini sudah mengeluh atas terjadinya bencana banjir bandang beberapa waktu lalu, ia menginginkan adanya bantuan dari pemerintah. “Saya kasihan sama masyarakat disini, mau sampai kapan dengan keadaan seperti ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, warga menginginkan segera dibangun jalan di kampung tersebut. “Yang utama dibangun adalah jalan dulu, itu yang diinginkan oleh masyarakat kami,” tukasnya. (di)