Satpol PP Diminta Tutup THM Baliniz Cibinong

Cibinong-Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sriwidodo, meminta kepada Satpol PP untuk bertindak tegas terhadap Tempat Hiburan Malam (THM) yang telah melanggar ketentuan, seperti halnya Balinez yang terletak di jalan raya Jakarta-Bogor KM 39, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Terlebih, kata Kukuh, sejauh ini tempat hiburan tersebut belum memiliki perizinan. “Satpol PP seharusnya tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh THM, apalagi belum ada ijin dari pemerintah daerah. Harus ditutup,” kata Kukuh, Senin (12/02).

Ia juga merasa heran dengan kinerja Satpol PP atas tindakan penyegelan yang dilakukan kepada THM Balinez beberapa bulan yang lalu. “Padahal dulu pernah disegel untuk penghentian kegiatan, tapi kenapa sekarang beroperasi lagi sedangkan ijin saja belum ada sampai sekarang,” ungkapnya.

Menurut politisi Partai Gerindra Indonesia, selama belum keluar ijin dari pemerintah daerah, semestinya belum bisa beroperasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Rahmat Surjana mengatakan, sejauh ini pemilik Balinez memang mengajukan permohonan perizinan.

Namun, pihaknya belum dapat mengeluarkan rekomendasi kajian teknis. Ia khawatir, jika dikeluarkan rekomendasi teknis dari Dinas yang di pimpinnya, akan mendapatkan protes dari masyarakat, terutama jemaat gereja, karena lokasi THM tersebut hanya bersebrangan dengan Gereja HKBP. “Saya menolak kajian teknis untuk Baliniz,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kajian teknis yang seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, merupakan salah satu syarat terbit nya tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi management Baliniz, tidak ada yang dapat memberikan keterangan secara pasti. “Silahkan hubungi pak Dinar saja di Sentul, setahu saya sedang diurus perijinan nya,” kata Daeng Jawar, selaku koordinator keamanan di THM tersebut. (adi)

Comments