Bima-Dedie Siap Tanggung Tunggakan BPJS Warga Kota Bogor

Bima Arya : Pelayanan Optimal BPJS Masuk Prioritas Dua Tahun Pertama

bogorOnline.com

Pasangan calon Pilwakot Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim (Badra), melakukan gerilya di Kampung Cikeas, Katulampa, Bogor Timur, Sabtu (7/4/18). Dalam aktivitas penyerapan aspirasi itu, Bima Arya dicurhati warga terkait tunggakan BPJS Kesehatan yang belum mampu dibayar lantaran tidak memiliki biaya.

Dalam gerilya yang sempat diwarnai hujan itu, Bima Arya tampak didampingi sang istri Yane Ardian dan anak bungsunya, Kenatra Mahesa. Melewati gang sempit hingga ilalang perkebunan, mereka menyapa setiap warga yang dilintasinya. Tak jarang melayani dengan ramah permintaan berswafoto.

Tiba di lapangan bulutangkis RW 2 Kampung Cikeas, ratusan warga sudah berkumpul menanti kedatangan calon walikota yang berdampingan dengan mantan pejabat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Dedie Rachim itu.

Di sana, Bima tampak membuka dialog dan berterimakasih atas warga yang dengan antusias menyambutnya meski dalam kondisi diguyur hujan.

“Saya hadir di Kampung Cikeas ini untuk bersilaturahmi serta memohon doa untuk meneruskan perjuangan pembangunan di Kota Bogor yang belum tuntas untuk lima tahun ke depan,” ungkap Bima membuka dialog.

Ia memaparkan, sejumlah program prioritas mulai dari pembangunan dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan untuk siswa miskin agar tidak putus sekolah hingga mengenai layanan kesehatan.

Dalam dialog itu, seorang ibu yang sedang hamil bernama Nia mengungkapkan bahwa dirinya sudah sekitar dua tahun tidak mampu membayar BPJS. Sehingga total tunggakannya mencapai sekitar Rp3,5 juta.

“Minta bantuan untuk BPJS, pak. Saya ikutan BPJS sudah lama, tidak kebayar. Ikut sudah sekitar 2 tahunan. Tadinya di bayar rutin, tapi makin ke sini sudah nggak ke bayar. Mohon dibantu pak,” ungkap Nia.

Menanggapi itu, Bima Arya menjelaskan, layanan kesehatan seperti BPJS Kesehatan masuk dalam program prioritas pasangan Badra ini. Bima pun menargetkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan 100 persen warga Kota Bogor harus sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Tidak boleh ada lagi warga Kota Bogor yang tidak punya BPJS (kesehatan). Jadi kalau sakit, nanti pusing dan ribet. Insya Allah dalam waktu dua tahun ke depan, programnya 100 persen warga Bogor ditanggung BPJS. Yang tidak bisa lanjut lagi, yang punya tunggakan,nanti akan dibayarkan oleh Pemerintah Kota Bogor,” jelas pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Bima menambahkan, kasus Bu Nia cukup banyak ditemukan di sejumlah wilayah yang disinggahinya selama ini.

“Jadi banyak keluhan warga, tidak bisa bayar. Peraturan dari pemerintah pusat hanya menanggung satu tahun saja. Tapi Insya Allah sama Bima-Dedie diikhtiarkan ke depan seluruh hutangnya ditanggung pemerintah daerah. Nanti di data, hutangnya berapa. Yang seperti ini yang menjadi perhatian. Nanti dibantu untuk dibayarkan oleh pemerintah kota. Nanti di data ya Bu,” ucapnya.

Bima Arya juga menampung aspirasi warga yang mengaku bahwa di wilayah tersebut minim lahan untuk pemakaman.

“Tadi saya menerima masukan dari warga untuk menyediakan lahan pemakaman umum di wilayah ini. Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait nanti setelah cuti. Sekarang masih cuti sampai 23 Juni. Untuk lahan makam akan jadi prioritas, tanggungjawab saya. Kalau sudah masuk saya akan langsung koordinasikan segera ke dinas terkait,” tuntasnya. (Nai/ist)

Comments