Warga Kecewa Perbaikan Jembatan Gunakan Kayu Di Desa Jagabita

PARUNGPANJANG – Warga Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang, terpaksa membangun sendiri Jembatan Cimatuk dengan material dari kayu untuk membuka akses yang terputus sungai Cimatuk. Kondisi ini disesali warganya. Pasalnya, Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang merupakam perbatasan dengan perkotaan Kabupaten Tangerang. Jembatan penghubung ini menjadi sangat ironis dengan kondisi jembatan yang jauh dari kata layak.

Menurut warga, sungguh ironis dan susah untuk diperjuangkan ke pemerintah yang lebih atas terkait pembangunan di wilayah Desa Jagabita. “Apakah tidak malu, Bogor yang punya keinginan Bogor termaju, tetapi pembangunan di wilayah Jagabita jelas di bangun oleh pihak lain,” ujar Uding Bahrudin warga Jagabita kepada bogoronline.com, Jumat 13/04/2018.

Uding sapaan mengatakan, seperti jembatan Cimanceuri Uyut Dalam Jagabita Ciangir di bangun oleh Paytrent, jembatan Cimatu Parung Lawang Jagabita Sukamanah dibangun oleh Kabupaten Tangerang, jembatan Cimatuk Jagabita Nagrog di bangun swadaya masyarakat dan jembatan Cimanceuri Jagabita Babat oleh swadaya masyarakat.

“Kami warga Jagabita sangat rindu oleh belaian pembangunan nyata dari pemerintah Kabupaten dan Pemeritah Provinsi Jawa Barat, “imbuhnya.

Lanjut Uding mengatakan, mudah – mudahan para pemimpin terketuk hati untuk membangun jembatan jembatan yang masih pada rusak dan tidak layak digunakan oleh warga. “Semoga tidak ada lagi korban jatuh dari jembatan,” keluhnya.

Sementara itu, sekertaris Kecamatan Parungpanjang Icang Aliyudin mengatakan, terkait jembatan di bangun menggunakan kayu itu oleh UPT jembatan nanti ditutup menggunakan plat dulu. “Usulan baru masuk di tahun 2019 nanti untuk perbaikan jembatan secara pararel,” katanya.

Icang menjelaskan, beberapa jembatan di wilayah Desa Jagabita itu hanya satu yang masuk ke Kabupaten Bogor. “Yang masuk hanya jembatan jawiyah sungai Cimatuk, sekarang tahap perbaikan tersebut,” pungkasnya. (MUL)

Comments