Bersama Sultan Bachtiar, Dewi Pelangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama

Jakarta – Acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim diselenggarakan oleh Mantan Wakil Gubernur Termuda R1 sekaligus Caleg DPD Bengkulu Sultan Bachtiar Nadjamudin (SBN).

Acara berlangsung sangat khidmat dan meriah karena dipandu oleh pembawa acara yang sudah tidak asing lagi yaitu Dewi Pelangi berlangsung di Soeltan Coffee, Jakarta Selatan.

Terdengar lantunan qalam ilahi oleh perwakilan anak yatim yang hadir mengisi pertengahan acara dengan khidmat, sebelumnya acara dibuka oleh Dewi Pelangi dengan meriah membagikan sejumlah hadiah pada beberapa anak yatim yang dapat menjawab pertanyaan seputar tema yang terhidang. Meraih ampunan di bulan penuh maghfirah oleh Ustadz Adjat.

Sebelum rangkaian acara ditutup dengan do’a, SBN mengajak beberapa anak yatim untuk berdialog dengannya seputar ibadah puasa yang sedang mereka lalui.

Setelah ditutup dengan doa maka semua yang hadir dalam acara menyegerakan untuk berbuka puasa. Kemudian SBN sendiri yang memimpin menjadi imam dalam shalat Maghrib berjamaah dengan seluruh anak yatim dan seluruh panitia dan peserta santunan yatim dan bukber.

Setelah menyantap hidangan yang disuguhkan seluruh anak yatim dibagikan santunan dan sebelum isya berakhirlah acara tadi dan mereka pulang dengan wajah tersenyum sumringah.

Dalam acara yang dipandunya Dewi menjelaskan tentang memperoleh ampunan di bulan maghfiroh ini diantaranya dengan bersedekah.

“Hal ini tidak melulu dilakukan dengan uang. Namun shodakoh juga dapat dilakukan dengan tersenyum dan berbagi ilmu. Asalkan tersenyum dan berbagi ilmunya iklas maka digolongkan kepada shodakoh,” kata Dewi.

Menurutnya, berbagi ilmu tidak hanya mesti secara formal namun berbagi dan menuntut ilmu bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja. Dan dimana saja.

Hal inipun dapat dilakukan tidak hanya oleh seorang guru kepada murid-muridnya namun juga dapat dilakukan oleh atasan kepada bawahannya. Seperti halnya ilmu yang tidak segan-segan diberikan SBN kepada Dewi Permana Sari (DPS) disela-sela perjumpaan mereka pada jam istirahat ketika bekerja.

Sultan mengatakan kepada Dewi bahwa ia mesti melanjutkan perjuangannya nyaleg dengan optimis untuk mewakili 30 persen suara kaumnya.

Menurut SBN menjadi petarung dalam Pemilu bukan jaminan mesti dengan punya banyak uang. Banyak yang beruang pun kalah dalam pilkada.

“Akan tetapi tiga hal yang utama adalah niat yang baik, optimis dalam doa, dan gigih berikhtiar. Tiga hal itulah yang dapat menjadi modal untuk meraih kemenangan,” ungkap Sultan.

Dengan tulus SBN sosok yang low profile, soleh dan penyabar ini memberikan ilmu politik kepada juniornya yaitu DPS dan menyemangatinya untuk gigih berikhtiar dalam pertarungan pemilu di daerahnya yaitu Kab. Bogor.

Sultan juga mengatakan bahwa dewi punya komunitas hijab dan wadah muslimat bulan bintang yang bisa menjadi sebuah sinergi dan kekuatan massa di dapilnya.

Dan sebagai Ketum DCN (Desa Cegah Narkoba) ia pun ingin semakin banyak muslimah yang seperti dewi dapat meraih kemenangan karena pastinya akan bersinergi dengannya sebagai Ketum DCN untuk mencegah narkoba masuk desa sebab hal ini akan menghancurkan mental para generasi bangsa.

Bukber dan santunan yatum pun ditutup oleh SBN dengan pesan moral kepada anak-anak yatim yang hadir untuk hidup sehat, jauhi narkoba, rajin belajar dan mengaji. (adi)

Comments