Hilangnya Kesederhanaan, Dari Presiden Jokowi

bogorOnline.com-

Konsep sederhana pernah melekat di tubuh Presiden RI Jokowi. Namun sekarang sudah lepas dan selalu bicara isu-isu internasional sehingga tidak mengena ke masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Pakar Ekonomi, Salamudin Daeng saat diskusi di Jakarta pada Minggu (6/5). Menurutnya, Jokowi tidak lagi sederhana. Sehingga tidak mengerti pemderitaan masyarakat yang lapar di Indonesia.

“Padahal Jokowi menang pada pilpres 2014 lalu karena dipersonifikasi dengan figur sederhana yang melekat pada dirinya,” ungkapnya.

Diklaim kesederhanaan merupakan modal besar bagi kubu petahana. Karena cerminan dari 80 persen masyarakat di Indonesia. Karena itu pilpres sebelumnya bisa menang. “Namun karena tidak lagi sederhana. Maka Jokowi sulit untuk kembali menang,” sambungnya.

Terkait dengan kondisis ekonomi, lanjut dia, isu hutang tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan masyarkat. Namun terdapat dua sektor yang jadi masalah dan merupakan kunci.

“Yakni meningkatnya harga BBM dan listrik,” imbuhnya.

Saat ini, masyarkat sudah sangat berat untuk membayar harga listrik dan BBM. Kenaikan dua sektor tersebut, karena subsidi yang dicabut dan anggarannya digunakan untuk membayar hutang. “Itu yang menggerus elektabilitas dari Jokowi saat ini,” tuturnya. Dia mengklaim kalau Jokowi ingin kembali menang harus kembali ke konsep sederhana dengan blusukan dan sebagainya. Harus kembali bicara sebagai orang lapar dan sama seperti masyarakat.

“Bukan menujukan dia hebat, sementara fakta di lapangan itu kontras,” pungkasnya.(rul)

Sumber: http://kaltim.prokal.co/read/news/330302-jokowi-tidak-sederhana-lagi.html