Peserta Diklat Kementrian Perhubungan, Pelajari Keunggulan Diskominfo

CIBINONG-

Peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklat Pim) IV Kementrian Perhubungan, datangi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, guna pelajari keunggulan dari sisi teknologi informasi. Peserta berjumlah 34 orang diterima Sekretaris Diskominfo, Kardenal di Ruang Rapat Utama, Kantor Diskiminfo, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pimpinan rombongan sekaligus pembimbing peserta Diklat Pim IV, Pungkas Hendratmo mengatakan, Kehadiran peserta Diklat hari ini dalam rangkaian kurikulim, yakni membuat proyek perubahan di unit kerjanya masing-masing. Setiap peserta nantinya wajib membuat proyek preubahan yang mayoritas berorientasi pada penerapan teknologi informasi  atau membuat aplikasi pelayanan publik dan yang lainnya.

“Saya tau di Kabupaten Bogor ini banyak ide-ide inovatif yang bisa menginspirasi peserta. Terutama inovasi di bidang teknologi informasi, dengan demikian kedatangan kami ke sini kami anggap tepat agar kami bisa belajar dan bertukar informasi dalam rangka pembuatan proyek perubahan yang dilakukan masing-masing peserta”, papar Pungkas.

Selanjutnya,  Sekretaris Diskominfo, Kardenal menjelaskan,   Diskominfo Kabupaten Bogor telah membangun infrastruktur teknologi, berupa jaringanfiber optic dan tunnel link di seluruh Perangkat Daerah, Rumah Sakit, Kecamatan, Kelurahan dan Puskesmas. Alhamdulillah sudah kita bangun dan mendapat apresiasi dari lembaga swasta yakni Indonesa Smart Nation Awards (ISNA) dengan kategori smart city readiness.

“Kita juga punya aplikasi pengaduan masyarakat berbasis online yakni Laras Online yang juga mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. LPSE kami juga sudah memenuhi 17 standar dan berstandar ISO. LPSE ini juga kerap mendapat penghargaan. Dengan semua itu, tentunya kami berusaha untuk mewujudkan layanan publik optimal berbasis teknologi informasi,” jelas Kardenal.

Selanjutnya, menurut Kardenal, tujuan diklat yakni mengelola kemampuan diri sendiri, kemampuan bekerjasama dengan orang lain dan kemampuan berorganisasi. Intergritas, etos kerja dan gotong royong sangat penting dalam menggerakan organisasi.

“Selanjutnya bagaimana kita membuat sebuah inovasi melalui proyek-proyek perubahan. Mudah mudahan Diklat Pim ini bisa melahirkan sumber daya aparatur yang berkualitas. Demi mewujudkan kementrian perhubungan menjadi lebih profesional dan meningkatkan pelayanan publiknya,” tambah Kardenal.(Diskominfo/rul)

Comments