Petani di Bogor Keluhkan Masalah Irigasi ke Kang Uu

Bogor – Dalam kunjungan nya ke Kabupaten Bogor, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum dicurhati masalah irigasi oleh para petani Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu, (6/5/2018).

Mereka mengeluhkan irigasi yang sudah lama rusak dan lahan garapan yang khawatir segera dijual pemiliknya.

Ketua kelompok tani, Jasrif menyatakan masalah tersebut kepada Kang Uu. Menurut dia, petani yang menggarap lahan 35 hektare itu mengeluhkan masalah pengairan irigasi yang tak kunjung diperbaiki.

Akibatnya kondisi tanah kering sehingga tidak dapat ditanami padi. Karenanya petani pun menanam palawija. “Padahal kami berharap bisa tanam padi, tapi air tak turun ke sawah,” kata Jasrif.

Menurut dia, petani yang mencoba menanam padi dalam kondisi kekurangan air, mendapatkan hasil panen tidak maksimal. Yakni hanya dapat 2 karung per 2 hektare, padahal jika aliran irigasi normal, hasilnya, produktivitas padi bisa mencapai 4 ton per 2 hektare.

Jasrif juga mengungkapkan bahwa lahan yang digarap oleh petani adalah milik perseorangan. Belakangan dia mendengar kabar bahwa lahan garapannya akan beralih fungsi menjadi perumahan. Karena itu dia berharap kepada Kang Uu, agar lahan subur tersebut, jangan sampai beralih fungsi.

Selain curhat masalah pengairan yang tidak berjalan, Jasrif juga bercerita bahwa tanah yang digarap oleh dirinya bersama para petani lainnya akan digunakan oleh pemilik lahan untuk dijadikan perumahan. Dia pun meminta tolong kepada Uu agar lahan tersebut tidak dijadikan perumahan.

“Harapan kami lahan ini tetap sebagai lahan pertanian, kalau dialihfungsikan, kami mau usaha apa, anak-anak mau makan dimana,” kata Jasrif.

Mendengar keluhan dari para petani itu, Kang Uu mengaku prihatin. Terkait irigasi, dia akan mengoptimalkan program Gerbang Desa, yang menjadi program unggulannya saat memimpin Kabupaten Tasikmalaya.

Program itu antara lain, listrik masuk desa, memperbaiki jalan desa, dan memperbaiki atau membangun irigasi baru, serta penyediaan air bersih.

“Solusinya gerbang desa untuk Jawa Barat, di program ini jalan desa diperbaiki, listrik masuk desa, irigasi dan air bersih pedesaan. Jika kami jadi pemimpin Jabar, maka pembangunan dan perbaikan irigasi akan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan ketahanan pangan di Jabar, termasuk di Kabupaten Bogor ini,” kata Uu.

Terkait lahan garapan yang informasinya akan dialihfungsikan oleh pemiliknya menjadi kawasan perumahan, Kang Uu menyatakan akan memikirkan solusi yang terbaik.

Namun, berdasarkan pengalaman memimpin Tasikmalaya 2 periode, dia menggunakan peraturan daerah Sawah Abadi, untuk mempertahankan dan meningkatkan lahan pertanian.

Melalui program sawah abadi, kata Kang Uu, dia sudah mencetak 150 hektare sawah baru dari target 500 hektare. Target tersebut Kang Uu yakin bisa tercapai, jika semua infrastruktur termasuk irigasi dibangun.

Salah satu aturan di Perda itu adalah, petani tidak boleh menjual sawahnya atau mengalihfungsikan lahan pertaniannya untuk pembangunan apapun. Jika mereka bersikukuh membangun, maka IMB tidak akan dikeluarkan.

“Jika Perda Sawah Abadi sudah ada di Tasik, dan hasilnya dapat meningkatkan surplus beras, kenapa tidak jika Perda yang melindungi para petani ini bisa juga diberlakukan di Jabar,” tukasnya. (adi/*)

Comments