Spanduk Rindu Dirusak, Panwaslu Diminta Tindak Tegas

Sumedang – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum menyesalkan terjadinya perusakan spanduk Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ullum), ia pun meminta agar Panwaslu bertindak tegas terhadap pelaku pengrusakan. Spanduk tersebut terpasang dipasang di Desa Parakanlima, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dia berharap, Panwaslu dapat menyelidiki kasus tersebut dan mengungkap pelakunya agar peristiwa itu menjadi terang benderang.

“Dalam pesta demokrasi, berbeda pilihan adalah hal biasa. Berpolitiklah dengan santun dan saling menghormati, bukan dengan cara-cara kotor seperti merusak, merobek, hingga menghilangkan spanduk,” kata Bupati Tasikmalaya 2 periode ini, kemarin.

Kang Uu yakin, dengan perusakan spanduk itu tidak menyurutkan pendukung Rindu untuk tetap memilih Rindu. Begitu pun sebaliknya, cara-cara seperti itu tidak akan membuat pelakunya menang, karena rakyat Jabar sudah dewasa dan sudah mengerti mana yang harus didukung dan mana yang tidak.

“Kami tidak akan melawan atau melakukan gerakan inskontitusional tersebut. Biarlah masyarakat yang menilai, siapa yang lebih baik dalam memimpin Jabar ke depan. Kami hanya minta Panwaslu bersikap tegas menangani kasus ini, agar kontestasi Pilkada berjalan sportif,” kata peraih Satyalencana 2016 dari Presiden Joko Widodo ini.

Kang Uu tidak terlalu kaget mendengar kabar perusakan spanduk Rindu. Sepanjang masa kampanye ini, dia sering menerima spanduk yang rusak dan hilang. Peristiwa itu terjadi di Indramayu, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga Karawang.

“Pelapor bilang ke saya, kenapa ya Pak Uu, spanduk Rindu yang dipasang dengan paslon lain, tapi kenapa justru spanduk Rindu yang hilang? Saya minta kepada Panwas, kasus ini jangan dibiarkan menguap begitu saja,” ujar mantan Ketua DPRD Tasikmalaya ini.

Dia meminta, Panwas lebih proaktif terhadap laporan perusakan spanduk, baliho maupun Alat Peraga Kampanye (APK) lainnya.

Selama ini, kata Kang Uu, Panwas lebih aktif mengawasi pergerakan paslon yang diundang atau menjadi pembicara di pesantren, masjid, dan sekolah, tapi kurang aktif mengawasi perusakan APK, yang merupakan bagian dari alat sosialisasi para paslon.

Perobekan spanduk Rindu di Purwakarta dilaporkan oleh relawan Rindu kepada tim media di Bandung. Menurut dia, spanduk itu dipasang pada Jumat (04/05) malam sekitar pukul 19.00 WIB, namun pada Sabtu (05/05) sekitar pukul 03.30 dinihari, spanduk sudah terobek. (adi/*)

Comments