Akhirnya Satpol PP Segel Transmart Tajur

Selain Pasang Satpol PP Line, Sejumlah Gerbang Digembok oleh Petugas

bogorOnline.com

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor akhirnya melakukan penyegelan terhadap aktifitas pembangunan ilegal Transmart Tajur, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (5/6/18).

Penyegelan dilakukan dengan memasang dua sticker segel, memasang gembok di pintu masuk utama untuk kendaraan dan memasang garis Satpol PP.

Dipimpin oleh Kabid Gakperda Satpol PP Danny Suhendar dan Kasi Penyidikan Firmansyah, penyegelan disaksikan langsung oleh pihak kontraktor Proyek Pembangunan (PP).

Kabid Gakperda Danny Suhendar mengatakan, penyegelan dilakukan karena semua prosedural sudah dilakukan dari mulai teguran, hingga pemberitahuan penyegelan. Bahkan sebelum disegel, sudah dibacakan terlebih dahulu berita acara penyegelan.

“Karena aktifitas pembangunan ini ilegak dilakukan tanpa memiliki IMB, maka kita segel,” ungkap Danny, kemarin.

Ia menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan pihak Transmart Tajur ini adalah telah melanggar Perda nomor 6 tahun 2015 tentang bangunan gedung atau IMB. Sejak disegel hari ini sudah tidak boleh ada aktifitas apapun karena dalam pengawasan Satpol PP selama 24 jam. Penyegelan inipun memiliki waktu sampai pihak pemilik mengurus perizinan, jadi apabila IMB-nya sudah dimiliki baru segel dibuka.

“Pihak Transmart Tajur ini sudah mengakui bahwa tindakan mereka di luar komitmen yang dibuat. Apabila ada aktifitas, maka akan disita alat alat yang ada di lokasi. Kalau sampai segel disini rusak, maka masuk ke ranah pidana dan akan di proses secara hukum,” tegasnya.

Menurut informasi DPMTPSP, saat ini pihak Transmart Tajur sedang dalam proses amdal, pembahasan amdal lalin, setelah itu lanjut ke IPPT dan Site plane.

“Masih panjang prosesnya hingga keluarnya IMB, jadi kami minta sela disegel, tidak ada aktifitas apapun disini,” tandasnya.

Penyegelan yang dilakukan oleh pihak Satpol PP terhadap Transmart Tajur terbilang terlambat. Karena pantauan di lokasi pembangunan, sudah ada beberapa proyek pembangunan yang dikerjakan, bahkan sejumlah alat berat masih bercokol di lokasi. Seharusnya penyegelan dilakukan ketika awal ada aktifitas, bukan lantas setelah sejumlah kegiatan dilakukan dengan sempurna guna menunjang pembangunan. Jangan sampai penyegelan yang dilakukan oleh Satpol PP ini hanya seremonial saja, karena kenyataannya menjelang lebaran ini, ratusan pekerja proyek di Transmart Tajur itu kenyataannya sudah mudik meminggalkan proyek dari hari kemarin.

Sebelumnya, aktifitas pembangunan tetap dilakukan di lokasi lahan yang berada di wilayah Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan.

Tindakan yang dilakukan oleh pihak Transmart Tajur yang tidak mengikuti aturan Perda yang ada di Kota Bogor, sangat mencoreng wibawa dan citra Pemkot Bogor. Dengan adanya kejadian itu, pihak aparat penegak Perda Satpol PP Kota Bogor dibuat tidak berdaya dan Transmart Tajur seolah kebal terhadap hukum. Keprihatinan ditunjukan berbagai pihak dengan pelanggaran yang dilakukan pihak Transmart Tajur.

“Kami sangat menyayangkan sikap arogan dari Transmart Tajur yang tidak mengindahkan aturan di Kota Bogor. Harus diperiksa oleh yang berwenang kenapa mereka bisa seberani itu, apa sudah ada yang menjamin izin mereka akan keluar dan Satpol PP tidak akan bisa berbuat apa apa atau memang merekanya yang bebal tidak mau mematuhi aturan di Kota Bogor,” ungkap tokoh masyarakat Kota Bogor, Dadang I Danubrata. (Ist)