HKP Tingkat Jawa Barat Dilangsungkan di Stadion Pakansari

Bogor – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menentukan Hari Krida Pertanian (HKP) di Kabupaten Bogor, melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, acara tahunan tersebut bakal dilangsungkan di areal parkir Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, selama tiga hari (27-29/07/2018) mendatang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Siti Nurianty mengatakan, bahwa peringatan HKP merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap para nelayan dan petani.

“Konsep yang akan ditampilkan juga dirancang untuk menghadirkan nuansa pertanian yang kental dan berbudaya sunda,” kata Nurianty kepada sejumlah wartawan di kantor nya, kemarin.

Ia juga mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi para petani, pekebun, peternak dan nelayan melalui wadah KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), terus meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Insya Allah pada pelaksanaannya nanti akan di hadiri oleh wakil-wakil petani petani se Jawa Barat diperkirakan ada 1.500 petani di tambah para undangan menjadi 2000,” katanya.

Perayaan HKP ini, diharapkan dapat menjadi momentum penghargaan serta apresiasi bagi para petani dan nelayan agar mereka mampu menjadi petani dan nelayan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan motivasi dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Dengan adanya pemberian penghargaan tersebut juga akan dapat mendorong munculnya cipta karsa dan karya yang lebih besar dan berguna sehingga masa depan pertanian yang lebih baik dapat terwujud,” ungkapnya.

Melalui pameran ini, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor juga akan meluncurkan varietas hasil pertanian antara lain Padi, Pepaya, Pala dan Rumput Gajah.

“Kita juga akan daftarkan Padi asal Sukajaya, Pepaya Cibinong dan Sukaraja, Pala dan Rumput Gajah asli Bogor, agar tidak ada yang mengklaim, karena rumput gajah asli Bogor lebih bagus,” jelasnya.

Varietas-varietas baru ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para petani agar menjadi pengembangan baru serta dapat meningkatkan pemasaran hasil produksi pertanian dan perkebunan.

Selain pameran pertanian, acara ini juga akan diisi oleh banyak kegiatan, diantaranya Rembug Madya KTNA, peragaan demostrasi pada masing-masing stan, temu wicara, talkshow, lomba-lomba, temu antar profesi, gelar teknologi.

Dengan menggandeng PT Agrinesia dan Komunitas Pecinta Kopi, pameran ini juga akan menghadirkan banyak acara-acara menarik, yaitu Launching Lapis Bogor Sangkuriang Varian Kopi, yang merupakan salah satu brand dari PT Agrinesia.

Selain itu ada juga pemecahan rekor muri “Food Plating Lapis Bogor Sangkuriang” yang akan disertifikasi oleh Indonesian Chef Association (ICA) dan Museum Rekor Indonesia, serta promo “buy 1 get 1 free” Lapis Bogor Sangkuriang.

Helaran yang mengusung tema “Melalui HKP ke-46 Tahun 2018 Kita Tingkatkan Kualitas Pangan Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Petani/nelayan Jawa Barat” ini akan diisi oleh banyak stand-stand pameran produk hasil pertanian. “Ada sekitar 200 stand kami sediakan,” ujarnya.

Dalam HKP ini, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor juga menggandeng para petani Kopi di agar mendapatkan kesempatan untuk beraksi di HKP ke-46 dan Festival Kopi 2018.

“Kami tentu juga mengandeng mitra seperti Lapis Bogor Sangkuriang,” tambahnya.

Menurutnya, penyelenggaraan HKP tahun ini akan disatukan dengan Festival Kopi dengan dukungan dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

“Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan informasi dan saatnya petani Bogor unjuk gigi terutama dalam menunjukkan Rasa Kopi asli Bogor,” pungkasnya.

Penyelenggara event tahunan ini, Zulfikri Arif menambahkan, bahwa anggaran yang digunakan merupakan anggaran dari APBD melalui proses lelang. “Kami memenangkan proses tender dengan nilai Rp 650 juta,” imbuhnya. (adi)