MTs Negeri Cibinong Diduga Lakukan Pungli Capai Jutaan Rupiah

BogorOnline.com, Cibinong – Pungutan liar Sudah lebih lama hingga meresahkan orang tua siswa, sementara pihak Sekolah yang kedapatan pungli selalu berlindung dibalik komite sekolah, di mana Kepala Sekolah selalu berdalih di atas komite, alhasil kepala sekolah dan guru, tidak .

Kali ini kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli), terjadi di sebuah sekolah MTs Negeri 3 Karadenan Jalan Raya Pemda Karadenan, Kabupaten Bogor.

Sementara, berdasarkan informasi yang ada, terlihat nilai nominal pungutan di struk bukti transfer tersebut sangat fantastis yaitu sebesar satu juta rupiah per siswa.

Dugaan Pungli itu terungkap untuk salah satu orang tua siswa penggunaan struk bukti transfer ke rekening atas nama Komite MTs Negeri 3 Karadenan Kabupaten Bogor.

Menurut salah satu orang Tua siswa yang meminta enggan seksual, mengungkapkan dugaan praktik pungli tersebut dilakukan pihak sekolah dengan dalih untuk pembangun masjid, pembangunan pangung permanen disekolah, pembayaran perlengkapan ekskul, Kegiatan Mutu siswa dan Pengadaan laptop.

“Banyak deh macam-macam, lebih banyak lagi, untuk laptop, pembangunan masjid, ekskul sama peralatan,” ungkapnya saat di hubungi via telepon.

Saat-saat terkait hal-hal tersebut Humas Sekolah MTs Negeri Cibinong, Badrudin, membenarkan adanya pungutan tersebut namun ia tidak dapat menjelaskan secara langsung.

“Ini kan hasil keputusan rapat komite dengan orang tua, jadi bisa kasi ke Ketua Komite, kalau saya atau dari pihak Madrasah mungkin tidak bisa memberikan penjelasan banyak,” ujar saat ditemui wartawan di ruangnya, Rabu (18/7/2018).

Ia pun memerintahkan, berhubungan dengan orang tua dan komite.

“Karena memang sudah disampaikan ke orang tua siswa dan sudah ada kesepakatan, bahkan pembayarannya ke rekening,” tandasnya.

Hingga berita ini disebutkan belum ada informasi resmi dari pihak Komite. (Srl)