Persiapan Olahrag se- Jabar, PDIP Minta PB. Porda Dan KONI Dipanggil

CIBINONG-
Pelaksanaan Porda ke XIII yang akan diikuti 27 daerah se- Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor, selaku tuan rumah, namun ironisnya, sampai pekan kedua Juli ini, persiapan yang dilakukan PB. Porda dan KONI, sebagai panitia terbilang masih minim. Bahkan 12 venue yang berada di luar Kabupaten Bogor, informasi yang didapatkan Jurnal Bogor belum uang sewanya belum dibayar dengan alasan anggarannya dalam proses.
“Porda kan tinggal hitungan hari lagi, seharusnya PB. Porda, sebagai panitia tidak disibukan dengan pengadaan infrastruktur, tapi lebih keteknis acara, karena pesta olahraga multieven ini menjadi pertaruhan nama baik Kabupaten Bogor,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD, Slamet Mulyadi, kepada Wartawan.

Slamet khawatir, ketika sarana dan prasarana yang diperlukan belum diselesaikan, pelaksanaan Porda bakal kacau, padahal dari sisi anggaran sebenarnya tidak ada masalah, karena sejak tahun 2017 lalu, DPRD telah mengalokasikannya dalam bentuk dana cadangan.“Saya sendiri ditanya teman-teman pengurus sejumlah cabang olahraga dari daerah lain yang kebetulan rekan sesama anggota DPRD dari PDI Perjuangan seputar persiapan Porda,” ujarnya.

Slamet menegaskan, fraksinya akan mengusulkan kepada pimpinan DPRD, agar PB. Porda, KONI dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat langsung dalam hajatan besar ini dipanggil, untuk menjelaskan persiapan yang sudah dan belum dilaksanakan. DPRD kata Slamet lagi, sangat berkepentingan, karena kalau Porda tidak sukses yang menanggung malu bukan hanya petinggi Pemkab saja, tapi DPRD pun bakal kena imbasnya.

“DPRD kan sudah menyetujui alokasi anggaran untuk Porda yang nilainya mencapai Rp 137 miliar dalam bentuk dana hibah, PDI Perjuangan, ingin dengan anggaran sebesar itu, Porda berlangsung sukses dan tanpa ada masalah hukum dikemudian hari, apalagi ajang ini menjadi kado terakhir Bu Yanti, sebelum mengakhiri masa bhaktinya sebagai bupati,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, selain sewa venue yang belum dibayar, pengadaan apparel untuk kontingen yang terdiri dari 12 item dengan anggaran Rp 7 miliar sampai sekarang belum dilaksanakan pelelangan, padahal menyediakan apparel untuk 1.400 anggota kontingen bukan pekerjaan gampang, apalagi jika waktunya mepet.
Selain apparel, pengadaan kostum untuk pengukuhan kontingen dengan pagu anggaran Rp 504 juta saat ini dalam proses pelelangan di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPB). Lelang kostum yang anggaranya bersumber dari APBD banyak diminati, terbukti sejak dibuka sampai penutupan ada sekitar 31 perusahaan yang mendaftar, namun sayangnya hanya delapan yang melakukan penawaran.

Sementara itu, Rudi Achdiat, anggota PB Porda yang bertugas di bidang sarana dan prasarana membenarkan, semua venue yang akan disewa belum dibayar. Bahkan nota kesepakatan penyewaan pun kata Rudi, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu belum disiapkan.“Insya Allah, tak lama lagi akan kita selesaikan lah,” tegas pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga itu.
Ketika ditanya besarnya uang sewa setiap venue, Rudi menjelaskan, berbeda-beda artinya antara venue yang satu dan lainnya harganya tidak sama. “Saya sendiri juga belum tahu, berapa besaran harga sewa untuk setiap venue,” katanya.(rul)