Pelaksana Pembangunan Gereja HKBP, Berdalih Miliki Kelengkapan Perizinan

CIBINONG-
Terkait dugaan pelanggan proyek pembangunan Gereja HKBP Cibinong Jalan Kayu Manis No.9, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Pihak Pelaksana pembangunan Rudi Aruan mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pembuatan jembatan yang menurut dirinya sudah memiliki kelengkapan izin. Dan sudah diserahkan kepada pihak kelurahan dan kecamatan. Dikarenakan secara logika tidak mungkin dirinya melaksanakan pekerjaan tersebut tanpa kelengkapan persyaratan.

“Jadi sudah lengkap perizinannya baru kita bisa mulai,” dalihnya saat ditemui bogorOnline.com di Gereja HKBP Kamis (30/8/18).

Rudi menambahkan, pembangunan jembatan itu juga sudah sesuai degan Rencana Tapak Rinci (Site Plan) dari awal perancangannya yang rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang sudah ada meps (layout). Masih Rudi menambahkan, akan tetapi ketika membuat jambatan tersebut pihaknya hanya, merubah kedalam dari rancangan awal. Dikarenakan ini ada perancananya yang salah mengukur permukaan air yang terlalu tinggi.

“Jadi kita rubah ulang perancang tanpa harus merubah perizinan, kerena tidak perlu dan tetap memakai kajian yang lama,” kilahnya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bogor melalui Kabid Perundang-undangan Pol PP Kabupaten Agus Ridho mengatakan, pihaknya memang baru mengetahui adanya pembangunan geraja di pinggir kali tersebut dan akan segera ke lokasi. Guna memastikan apakah belum berizin, serta menyalahi aturan atau tidak.

“Bila melanggar tentunya akan kita tindak sesuai degan aturan yang ada,” singkat Agus saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Selasa (3/6/18).

Sebelumnya, Camat Cibinong Bambang W Tawekal mengatakan, memang pihaknya sudah mengetahui adanya pekerja yang sedang dilakukan oleh pihak gereja tepat di atas Kali Baru. Maka untuk perizinannya dirinya belum mengetahui, sebab langsung ke tingkat Propinsi Jawa Barat (Jabar). Sehingga belum lama ini dirinya juga sudah melakukan peneguran kepada pihak gereja.
“Jadi kami minta pihak gereja jangan melakukan kegiatan dahulu sampai izinnya lengkap,” kata Bambang saat dihubungi Wartawan.
Sambung Lurah Cirimekar Budi Riva menambahkan, dirinya membela pihak gereja dengan menanyakan kepada awak media. Dari mana bisa tahu bahwa pekerja yang sedang berlangsung itu telah melanggar aturan.
“Intinya meraka sudah punya izin dari Propinsi,” dalihnya saat dihubungi bogorOnline.com.
Terpisah ketika Wartawan mencoba menanyakan permasalahan di atas kepada pihak Gereja, tidak ada sama sekali yang mau berbicara terkait pembangunan yang berada pada sungai itu.

“Kami tidak tahu mas hannya disuruh bikin turap di pinggiran kali ini saja,” kata salah satu pekerja pembangunan geraja dilokasi.(rul)