PT Indoglobal Diduga Kerjakan TKA Asal Cina Ilegal

BogorOnline.com, KLAPANUNGGAL – polemik pekerja kasar Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berputar tak memiliki ijin bekerja dari Kementerian Imigrasi RI kembali terjadi. Pasalnya, hal itu terkuak dengan adanya video di pesan WhatsApp yang memergoki pekerja kasar dari negeri Cina menyerbu salah satu tambang kapur di wilayah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Dalam video tersebut, terlihat Babinsa dari Koramil Kecamatan Klapanunggal, anggota Pol PP Kecamatan Klapanunggal, dan Sekretaris Desa Klapanunggal, mendatangi PT Indoglobal di kampung Sindalengo RT 04 RW 04 Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, yang mana kedapatan memperkerjakan 11 TKA asal Cina tersebut tanpa ijin dari instansi terkait.

Adapun dalam video itu, perwakilan dari PT Indoglobal yang diketahui bernama Ningsih menyebut, jika kesebelas TKA Asal Cina itu telah memenuhi Prosedur yang diterapkan oleh pemerintahan Indonesia.

Dimana, kesebelas TKA tersebut dalam paspor kepemilikannya sedang diurus dikantor Imigrasi Bogor.

“Paspor untuk bekerjanya sedang diurus, karena sekitar seminggu lalu orang dari Imigrasi Bogor bernama pak Yogi telah datang kesini. Dan beliau mengatakan untuk TKA ini tidak ada masalah kok,” ujar perwakilan PT Indoglobal, Ningsih dalam video tersebut.

Menanggapi itu, Camat Klapanunggal, Ade Yana membenarkan dengan adanya beberapa pekerja buruh asing yang masuk ke wilayahnya bertugas.

“Iya sudah dimonitor dan kasie Trantib Kecamatan Klapanunggal sedang menuju kelokasi PT Indoglobal itu. Dan pada saat ini juga saya sedang berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, pak Ridwan yang saat ini sedang berkunjung kekantor Kecamatan Klapanunggal guna menuntaskan persoalan tersebut,” ujar Camat Ade kepada BogorOnline.com, Selasa (14/8/2018).

Ade melanjutkan, namun sampai saat ini pihaknya masih mencari kebenaran dan keberadaan para TKA Asal Cina itu dilokasi yang berawal dari aduan masyarakat Kampung Sindalengo yang berada disekitaran PT Indoglobal tersebut.

“Awalnya itu laporan dari masyarakat, dan sekarand sedang kita cek kebenarannya terlebih dulu kebenaran dan keberadaannya. Dan juga kita koordinasikan ke petugas Bapen dan Kantor Imigrasi Bogor,” jelasnya.

Sementara, saat ini pihak Polsek Klapanunggal melalui sambungan telfon selularnya hingga berita ini mencuat tidak bisa dihubungi alias mailbox. (Srl)