SDN Polisi 1 Bogor Diduga Pungli ke Siswanya Untuk RKB Baru

BogorOnline.com, BOGOR – Dugaan pungutan liar (Pungli)  melalui Komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) kembali terkuak. Kini, indikasi itu mengarah terhadap pihak SDN Polisi 1 Kota Bogor,  yang notabane milik pemerintah dengan disinyalir meminta sejumlah sumbangan ke setiap muridnya.

Menurut salah satu wali murid SDN Polisi 1 yang enggan disebut namanya mengungkapkan, jika pungutan tersebut didasari dari pihak sekolah melalui komite meminta kepada seluruh murid agar dapat menyumbangkan secara sukarela untuk pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) baru.

“Iya, jadi komite meminta kepada anak saya yang bersekolah di SDN tersebut agar bisa menyumbangkan uang jajannya secara sukarela untuk keperluan pembangunan gedung sekolah baru,” ujarnya kepada Bogoronlien.com, Sabtu (25/8/2018).

Ia melanjutkan, atas dasar permintaan pihak komite dirinya merasa keberatan jika uang jajan sang anaknya itu disisihkan untuk menyumbangkan bagi pembangunan gedung kelas baru. Lantaran, sekolah yang notabane milik pemerintah tersebut bila menginginkan RKB baru bisa mengajukan bantuan dana pembangunan ke pemkot Bogor maupun dinas Pendidikan setempat.

“Anak saya seharusnya belajar mencari ilmu, kenapa setiap hari dimintai uang sukarela oleh komite sekolah. Yang nominalnya mulai dari Rp2000 hingga Rp5000 rupiah per hari. Namun, jika dikalkulasikan dengan jumlah siswa pihak komite dapat mengumpulkan biaya dari para murid mencapai jutaan rupiah dalam sehari,” keluhnya.

Dirinya meminta, atas perihal itu ia mengharapkan akan adanya teguran keras dari Dinas Pendidikan untuk menghentikan pungutan liar tersebut.

“Kalau dihitung-hitung besar juga yang dapat dikumpulkan pihak komite dari setiap siswanya itu dalam sehari. Maka dari itu, saya berharap Walikota Bogor, maupun Dinas Pendidikan Kota Bogor dapat menghentikan pungutan tersebut yang sangat memberatkan bagi para muridnya, dan dapat menindak tegas oknum oknum sekolah yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan kepolosan dari para siswanya tersebut,” pintanya.

Terpisah, kepala sekolah SDN Polisi 01, Radit membantah jika adanya pungutan tersebut. Jika ada pun, menurutnya itu sudah hasil kesepakatan antara orang tua murid dan pihak komite sekolah.

“Tidak benar itu, kalau memang ada pun pihak sekolah sama sekali tidak ikut campur karena itu kesepakatan antara komite dan pihak orang tua murid. Jadi kami di sekolah sama sekali tidak ikut campur dalam ranah itu, jadi silahkan konfirmasi langsung ke ketua komitenya,” kilah Radit.

Ia melanjutkan, guna meluruskan informasi yang telah beredar luas ke masyarakat kaitan hal ini. Pihaknya, akan mengklarifikasi tentang kasus dugaan pungli itu melalui ketua komite sekolah tersebut.

“Pihak komite sekolah yang akan menghubungi bapak jika hasil dari rapat interen telah selesai nanti,” ungkap dia.

Sementara, hasil penulurusan Bogoronline.com, jika data yang diperoleh dari website Kemdikdub.go.id jika jumlah total siswa di SDN Polisi 1 tercatat ada kurang lebih 1215 murid yang terdiri dari 615 siswa laki-laki dan 600 anak siswi perempuan. Maka dapat dikalkulasikan, bila setiap anak memberi dana sukarela atas permintaan sekolah melalui pihak komite rata-rata sebesar Rp2000 hingga Rp5000 ribu rupiah perhari, maka komite dalam sehari dapat mengumpulkan dana kurang lebih mencapai Rp3 juta rupiah yang berkedok untuk pembangunan gedung RKB baru. (Srl)