Sekretaris Dinas di Pemkab Bogor Ini Diduga Malas Ngantor

BogorOnline.com, CIBINONG – ironis, kinerja petinggi aparatur sipil negara (ASN) yang sepatutnya bekerja dengan maksimal demi kemajuan ditempatnya bertugas yakni di Pemerintahan Kabupaten Bogor, namun justru malah sebaliknya seperti yang dilakukan oleh Salah satu Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten Bogor ini. Pasalnya, hasil penulusuran Bogoronline.com dan informasi yang diperoleh jika orang nomor 2 di dinas tersebut diduga jarang ngantor.

Selain itu, selama empat kali wartawan BogorOnline.com mengunjungi instansi tersebut untuk menemui pria tersebut selalu tidak berada ditempat.

“Bapak Sekdisnya lagi dinas luar mas dari sejak apel pagi tadi,” ucap salah satu receptionis DPPPAPPKB Kabupaten Bogor yang enggan disebut namanya.

Parahnya, ketika hari ini tim redaksi hendak mengkonfirmasi kembali terhadap pria yang juga diketahui merupakan mantan Camat Tenjo dan Sekretaris Dinas Sosial itu para stafnya menyebut jika orang nomor dua tersebut pada, Kamis (23/8) ini sejak pagi kemarin, sedang menghadiri rapat Musrenbang perubahan RPJMD Tahun 2005-2025 di gedung Tegar Beriman yang dihadiri Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor terpilih periode 2018-2023, Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh Kepala Dinas beserta jajaran para camat se-Kabupaten Bogor.

Dimana diketahui, jika Sekretaris Dinas PPPAPPKB tersebut tidak hadir alias mangkir dalam undangan agenda rencana perubahan RPJMD yang dipimpin langsung Bupati Bogor, Hj Nurhayanti.

Menyikapi itu, kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan mengaku geram terkait adanya ASN di Bumi Tegar yang males ngantor. Apalagi, saat acara Musrenbang di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, pejabat teras itu juga tak menghadiri.

“Coba saya perintahkan staf saya dulu untuk mengecek absensi kehadiran ASN tersebut. Terlebih, musrenbang itu kan untuk rencana pembangunan Kabupaten Bogor kedepan yang lebih baik,” tegas Dadang kepada Bogoronline.com, Jumat (24/8/2018).

Guna menindak tegas sikap tak terpuji tersebut, pihaknya tak segan-segan untuk memberi sanksi administratif dengan memotong Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN tersebut.

“Sebagai sanksi kita langsung potong TPP dia,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas PPPAPPKB, Syarifah Sofiah saat dihubungi enggan menjawab pertanyaan wartawan terhadapnya. Dirinya memilih bungkam terkait bawahannya tersebut.

Terpisah, saat dikonfirmasi Sekretaris Dinas PPPAPPKB, Chaerudin Pelani, susah untuk ditemui dikantor tempatnya bertugas. Selain itu, saat Jumat (24/8) pagi tadi wartawan BogorOnline.com mencoba mengkonfirmasi hal ini ke orang nomor 2 dua di dinas PPPAPPKB, tidak berada dikantor alias bolos kerja. (Srl)