Kisruh Pengembang Perumahan Samudera Residence, PT. EMB Tuding PT. CEN Lakukan Penipuan

Tajurhalang – Pengembang perumahan Samudera Residence kini tengah kisruh karena terjadi sengketa. Sengketa tersebut terjadi, lantaran PT.Cipta Ekatama Nusantara (CEN) menjual aset nya kepada PT. Elang Mulia Bersama (EMB), namun penjualan tersebut tidak tuntas.

Malahan, PT. EMB menuding bahwa PT.CEN diduga telah melakukan penipuan dalam proses jual beli tersebut. Diakuinya, PT EMB mengalami kerugian uang sebesar Rp 30 Miliar.

Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, akhirnya PT.EMB melaporkan hal ini kepada pihak berwajib melalui Laporan Polisi Nomor : LP/B/802/VII/2017/JBR/RES BGR tanggal 14 Juli 2017 di Polres Bogor yang kemudian dilimpahkan ke Polresta Bogor No. LP/B/836/IX/2017/JBR/POLRES BGR KOTA tanggal 18 September 2017 karena “Locus delicti” atau tempat kejadian perkaranya terjadi di Kota Bogor.

Direktur Utama PT.EMB, Hamzah mengatakan, bahwa persoalan yang dialami nya kini tengah ditangani penyidik Polresta Bogor  dan telah diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian, karena sebelumnya, beberapa kali telah mengirimkan surat ke pihak PT.CEN.

“Melalui Kuasa Hukum kami,  telah melayangkan surat Somasi  dengan Nomor Surat 019/SM-SK/MD/VII/17 tanggal 31 Juli 2017, namun hingga saat tidak ada titik temu dengan pihak PT.CEN untuk menyelesaikan perkara ini secara musyawarah mufakat,” kata Hamzah, kemarin.

Hamzah menjelaskan, bahwa sebelumnya PT.CEN dan PT.EMB telah melakukan akta perikatan jual beli tanah dan akta perjanjian kerjasama di Perumahan Samudera Residence di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, seluas ±20 Hektare sesuai Akta No 113 dan 114 tanggal 28 Agustus 2015.

“PT.EMB sebagai pembeli merasa dirugikan karena telah melakukan pembayaran sebagaimana yang diatur dalam perjanjian untuk dipergunakan PT.CEN mengurus legalitas proyek seperti revisi IMB dan Siteplan, namun yang terjadi PT.CEN selaku penjual dan pemegang izin perumahan tidak memenuhi kewajibannya untuk mengurus legalitas proyek perumahan tersebut, sehingga berdampak luas kepada konsumen atau warga perumahan Samudera Residence yang lebih dari dua tahun tidak mendapatkan kepastian atas kepemilikan surat-surat dan legalitas perumahan yang dibeli nya,” jelasnya.

Hamzah juga menegaskan, dugaan kuat penipuan yang dilakukan oleh PT.CEN tersebut diperkuat oleh adanya perjanjian baru dengan perusahaan lain pada objek yang sama, yaitu perjanjian antara PT.CEN dengan PT. Brantas Abipraya sebagaimana yang tertulis pada Surat Keputusan PT.CEN Nomor : 001/CEN/KOMISARIS/08.2018 tanggal 01 Agustus 2018.

“Kami selaku pengembang yang sudah lebih dari 10 tahun membangun Bogor, pasti bertanggung jawab dan selalu memprioritaskan kepentingan atau kenyamanan konsumen khususnya warga Samudera Residence, semua ini terpaksa kami lakukan demi maksimalnya pelayanan kami kepada konsumen,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa pada tanggal 02 September 2018 kemarin, pihaknya juga telah melakukan audiensi langsung dengan warga yang menghasilkan beberapa kesepakatan.

“Dan Alhamdulillah warga bisa ngerti dengan penjelasan duduk perkara yang sebenarnya terjadi, dan sudah sepakat akan sama-sama berjamaah mengawal kasus ini sampai dengan tuntas, dan saya fikir dugaan sementara yang ada bahwa PT.EMB dan warga sama aja lah, sama-sama menjadi korban,” imbuhnya.

Dirut PT.EMB ini juga mengapresiasi kinerja Polresta Kota Bogor yang dinilainya professional, karena telah memfasilitasi mediasi dengan PT.CEN pada tanggal 15 Mei 2018 di kantor Polresta Bogor.

“Namun respon yang kami terima saat ini ternyata PT.CEN justru mengadakan perjanjian dengan perusahaan lain, saya fikir itu adalah tindakan yang tidak menghormati hukum dan tidak adanya itikad baik untuk menyelesaikan secara musyawarah,” ungkapnya.

Atas kerjasama yang dilakukan PT.CEN dengan PT.Brantas Abipraya, dirinya juga telah melayangkan surat klarifikasi kepada pihak PT. Brantas Abipraya No. surat 521/EMB/Srt/AAA/VIII/2018 tanggal 28 Agustus 2018.

“Dan kami juga mendatangi secara langsung ke pimpinan PT. Brantas Abipraya divisi properti untuk melakukan klarifikasi pada tanggal 03 September 2018,” tukasnya.

Sementara itu, pihak PT.CEN,  Dasep, ketika dikonfirmasi membantah bahwa pihaknya telah melakukan penipuan dan penggelapan seperti apa yang dituduhkan kepadanya.

“Sekarang gini mas, PT. EMB membeli tanah saya, sementara baru membayar Rp 6 Miliar, setelah itu tanah saya yang belum lunas pembayaran nya mereka bangun rumah dan dijual dengan harga sekitar Rp 11 Miliar, jadi siapa yang untung dan siapa yang menipu,” kata Dasep yang waktu itu menjadi Direktur Utama PT. CEN melalui sambungan telepon nya.

Ia menjelaskan, bahwa PT. EMB telah sepakat membeli tanah PT. CEN seharga Rp 52 Miliar. “Tapi cek yang diberikan merupakan cek kosong. Dan PT EMB baru membayar Rp 6 miliar, tapi malah menuntut kerugian sebesar Rp 30 miliar,” jelasnya.

Padahal, lanjut Dasep, dengan telah memberikan cek kosong kepadanya, pihaknya telah memulihkan nama baik kepada Bank karena cek tersebut telah ditolak Bank. “Intinya mah mau beli tapi tidak ada uang nya,” tukasnya.

Kuasa Hukum PT.CEN, Aldy Lahay juga menambahkan, mengenai perkara PT Elang dan PT CEN, bahwa PT EMB membeli sebagian kecil tanah PT CEN di Samudera Residence terjadi tanggal 1 oktober 2015.

Menurutnya, dalam klausul yang telah disepakati itu telah terjadi perbedaan persepsi “PT EMB menganggap perijinan kita yang urus sementara PT CEN menganggap hanya memberikan support dokumen dan bantu pengurusan ijin,” ujarnya.

Karena hingga tahun 2017 tidak dibayar, maka PT CEN mengirim surat pembatalan perjanjian. “Disitulah PT EMB merasa tertipu dan melaporakn PT CEN dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Bogor. PT CEN juga dianggap belum mengembalikan uang Rp 6 miliar dianggap penggelapan, tapi maksudnya, PT CEN harus hitung-hitungan dulu, karena PT EMB sudah menerima uang juga dari konsumen,” tukasnya.

Situasi dilapangan saat ini, masih berlangsungnya kegiatan operasi dan pemasaran proyek perumahan “Arya Green Tajur Halang” yang dikembangkan oleh PT. Brantas Abipraya, dimana diduga berada diatas tanah yang bersengketa tersebut. (adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *