Walikota Tangerang : Kirab Satu Negeri Jadi Simbol Persatuan

 

TANGERANG – Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengapresiasi kegiatan Kirab Satu Negeri (KSN) yang dilaksanakan Gerakan Pemuda Ansor. Arief menilai, KSN menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia yang diciptakan dari keragaman.
“KSN menjadi lambang, perbedaan harus disatukan untuk mewujudkan kota yang adil, makmur dan masyarakat yang sejahtera,” ujar Arief, disela acara KSN yang diisi Do’a Untuk Negeri oleh umat lintas beragama, di Plaza Gazebo Puspem Kota Tangerang, Selasa (16/10).

Dalam kesempatan itu, Walikota dua periode tersebut juga menyampaikan terimakasih kepada para pemuka agama, Islam, Kristen, Hindu, Budha, Protestan dan Konghucu yang telah menjaga dan membimbing umatnya, sehingga menjadi bagian yang utuh dalam kehidupan berbangsa dan negara. Menurut, Arief peran tokoh agama sangat penting dalam upaya membangun kota Tangerang. “Tangerang adalah kota urban, masyarakatnya sangat plural. Selama 25 tahun kota ini berdiri peran semua pihak sangat penting dalam membangun kota ini,” katanya.
Arief juga berharap, agar para tokoh dan generasi muda umat beragama untuk meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi di era teknologi informasi dewasa ini. Jangan sampai, pesan Arief, kemajuan teknologi justru merud

Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Ahmad Sudarto mengatakan, KSN yang melibatkan perwakilan dari umat beragama menjadi ikhtiar GP Ansor untuk mengingatkan bangsa ini adalah bangsa yang satu.

Dalam kesempatan itu, Atho berharap Pemerintah Kota Tangerang, membangun taman toleransi yang isinya miniatur tempat ibadah umat beragama. “Keberadaan taman toleransi akan menjadi sarana edukasi bagi generasi bangsa ini dan juga menumbuhkan rasa toleransi umat beragama,” katanya.

Atho-sapaan akrab Ahmad Sudarto-, menambahkan, KSN merupakan program GP Ansor untuk meneguhkan bangsa ini adalah bangsa yang satu meskipun berbeda suku, bangsa dan agama. Bangsa ini, kata dia, disatukan dengan tujuan yang sama dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita Ini Sama menjadine tagline Kirab Satu Negeri,” imbuhnya.

KSN yang merambah ratusan kabupaten dan kota di Indonesia memuat simbol-simbol kebangsaan Lima titik keberangkatn yang dimylai dari titik terluar bangsa ini, menjadi simbol Pancasila. Mereka bergerak secara berbarengan dimulai  dari, yaitu Sabang (paling barat, berada di Aceh), Nunukan (paling utara, Kalimantan Utara), Miangas (paling utara, Sulawesi Utara), Merauke (paling timur, Papua), dan Rote (paling selatan, Nusa Tenggara Timur).

Menurut Atho, tema Do’a bersama untuk negeri, sangat relevan dengan kondisi negara saat ini. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di sejumlah daerah menjadi duka bersama bangsa ini. “Karena itu kami mengajak semua komponen bangsa untuk khusyuk mendoakan bangsa ini,” katanya.

Kirab Satu Negeri ini juga untuk mendoakan bangsa ini selamat dari ancaman sekelompok kecil orang yang ingin mengubah konsensus kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. “Kumpulnya umat beragama dalam acara ini juga sebagai simbol toleransi dan kebersamaan kita dalam menjaga bangsa ini,” tandasnya (*)