Warga Kembali Blokir Jalan, EGI GW : Desak Pemerintah Terbitkan Aturan Jam Operasional

 

bogoronline.com – Ratusan warga perbatasan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa menolak truk bermuatan batu dan pasir dari arah Bogor yang akan masuk ke Kabupaten Tangerang melalui jalan Parungpanjang. Warga memblokir jalan Raya Legok, di Desa Malang Nengah, Kecamatan Pagedangan, pada Kamis 7/11/2018 siang.
Warga menyampaikan beberapa tuntutan di antaranya meminta jalur alternatif Rumpin dibuka untuk mengatur arus lalulintas truk tronton.
penerapan hukum yang tegas kepada pengemudi di bawah umur, dan juga segera direalisasikannya jalan khusus angkutan tambang. “Kami minta agar diatur lalulintas truk yang kosong lewat sana dan yang isi lewat jalan ini, supaya lalulintas tidak terlalu padat dan membahayakan keselamatan pengendara yang lain,” ujar Oyok, ketua RW di Desa Malang Nengah, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Selain itu, massa juga meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas kepada pengendara di bawah umur. Menurut Oyok, sudah banyak sekali kecelakaan berakibat korban jiwa karena truk berbobot puluhan ton itu dikendarai pengemudi di bawah umur. “Polisi harus ambil tindakan tegas supaya ada efek jera,” katanya. Massa juga meminta agar jalur khusus angkutan tambang segera direalisasikan.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa, meminta agar pemerintah untuk serius menyikapi masalah ini. Egi menilai upaya yang dilakukan oleh pemerintah masih bersifat reaktif sehingga berpotensi terjadinya gesekan horizontal Antara warga dan pihak sopir angkutan. “Pemerintah harus bersikap tegas soal aturan pengendalian lalulintas seperti jam operasional dan juga rekayasa lainnya,” tegas Egi.
Selama ini, sambungnya, aturan jam operasional hanya bersandar pada kesepakatan Antara warga dan pihak angkutan. “Kalau terus seperti itu, ada potensi gesekan Antara warga dan pihak angkutan,” pungkasnya (*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *