Rizayati Tepis Hoax dan Fitnah dengan Kerja Nyata

JAKARTA – bogorOnline.com

Menjawab fitnah dan hoax yang menyerang Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan dirinya, Rizayati, buktikan kerja nyata Presiden lewat program Indonesia terang dengan penandatanganan kerjasama untuk pengadaan lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) atau Solar Sell di 32 Kabupaten seluruh Indonesia, terutama untuk Kabupaten Bogor.

Realisasi program Indonesia Terang pun dilakukan dengan melibatkan kerjasama antara PT. Imza Rizki Jaya dan Asosiasi Pengembangan Nusa Indonesia (APNI) dengan Para Mitra Kerja yang terdiri dari tujuh perusahaan dan pabrikan dalam dan luar negeri, diantaranya Korea, Jepang dan Abu Dhabi serta Saudi.

Selaku Direktur Utama PT. Imza Rizki Jaya, Rizayati, mengatakan, penandatanganan kontrak kerjasama ini adalah salah satu program dari Pemerintah pusat untuk memberikan akses penerangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia, terutama di jalan-jalan umum pedesaan yang masih gelap.

“Indonesia Terang adalah program pak Presiden untuk rakyatnya yang wilayahnya masih berada dalam kegelapan, ini bukti konkret Presiden terus merealisasikan program-programnya dalam Nawacita untuk Indonesia lebih maju dan sejahtera,” ungkap Rizayati, saat setelah penandatanganan kerjasama di Hotel Cipta, Pancoran, Jakarta. Selasa (22/1/19).

Penandatanganan kerjasma PJU-TS atau Solar Sell ini, Rizayati menyebut sebagai langkah pasti memberikan jawaban dengan bukti kerja nyata bagi para oknum yang menyebar fitnah dan hoax, yang sangat mencemarkan nama baik Presiden dan dirinya di tahun politik ini.

“Ini bukti nyata kinerja kami untuk rakyat Indonesia dan sekaligus menjawab berita hoax yang disebarkan oleh oknum untuk menjatuhkan citra dan nama baik kami, khususnya nama baik Presiden yang selalu di serang berita hoax atas kerjanya,” beber Caleg Nasdem Dapil V Jabar, Kabupaten Bogor ini.

Rizayati pun merasa brang dan kecewa serta menyayangkan kepada oknum yang mengkaitkan kinerja nyata Presiden dan dirinya dikaitkan dengan politik. Dia menyebut, seharusnya lawan politik bersaing secara sehat dan benar untuk sama-sama berjuang mewujudkan cita-cita bersama yaitu laksananya Indonesia maju dan sejahtera dengan kerja nyata.

“Ini malah sebaliknya, kerja nyata untuk bangsa dan negara kok malah di politisasi. Mending baik, malah sebar fitnah dan hoax,” tandasnya.

Bahkan, Rizayati menantang kepada oknum penyebar video dan berita hoax untuk membuktikan apa yang mereka sebar, karena Rizayati menyebut selama ini dirinya kerja tuntas dan bersih tanpa ada cacat apalagi sampai menipu.

“Ayoo buktikan, saya sudah kerja keras secara baik dan benar. Saya tidak takut, kalau mereka si penyebar hoax ini tidak bisa membuktikan lihat saja tindakan kami dan siap saja mereka berurusan dengan hukum, karena yang mereka lakukan adalah perbuatan melawan dan melanggar hukum, saya pun sudah laporkan mereka,” sebutnya.

Sebenarnya Rizayati tidak mau membahas permasalahan ini lebih jauh seperti ini, tapi dia geram karena ketika permasalahan ini tidak di hiraukan olehnya, oknum hoax dan fitnah malah semakin menjadi-jadi merusak nama baik dirinya terutama nama Presiden.

“Secara tidak langsung saya hanya ingin meluruskan atau klarifikasi perihal berita hoax yang selama ini terus di hembuskan oleh lawan-lawan politik,” pungkasnya. (*)