HPSN 2019 Pemkab Bogor Segera, Terbitkan Perbup Kantong Plastik

CIBINONG-

Pemerintah Kabupaten Bogor memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dirangkaikan dengan pencanangan Asri Tanpa Plastik (Antik) dan Peresmian Bank Sampah Pusat yang dihadiri oleh Bupati Bogor, Ade Yasin bertempat di area parkir Cibinong City Point (Robinson) belum lama ini.

Bupati Bogor mengatakan, hendaknya semua pihak mempersiapkan diri dan secara bertahap mulai mengurangi penggunaan kantok plastik dan styrofoam serta membiasakan diri membawa alternatif pengganti kantong plastik yang ramah lingkungan ketika berbelanja, Demikian pula dengan peralatan makan dan minum.

“Saya minta gunakan peralatan kemasan isi ulang yang tidak mencemari lingkungan,”ujarnya.

Ia juga menegaskan akan melakukan langkah konkrit pengurangan penggunaan kantong plastik, sedotan plastik dan kemasan plastik untuk makanan siap saji atau, terutama di lingkungan pelaku usaha seperti pusat perelanjaaan, toko modern, perusahaan swasta dan restoran, hotel, cafe, pusat jajanan dan tempat hiburan, serta lembaga pendidikan, lembaga negara instansi vertikal dan Badan Usaha Milik Negara yang berada di daerah terhitung mulai tanggal 17 agustus 2019.

“Saya akan segera membuat dan menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Antik karena sampah plastik ini terbilang bahaya bukan hanya dari faktor lingkungan dimana sampah plastik dan stereofom sulit terurai hingga puluhan tahun tetapi juga  keberadaan sampah tersebut bisa berpeluang menimbulkan jenis penyakit baru termasuk kanker karena didalam sampah tersebut bisa ada unsur bakteri mikrobanya,”tegasnya.

Ade Yasin juga berharap bank sampah menjadi gaya hidup yang disadro kemanfaatannya oleh masyarakat luas serta pengembangan bank sampah mengajari diri kita memandang sampah dengan cara berbeda serta membangun lingkungan yang berish, sehat, nyaman dan bersahabat.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Panji Ksatriyadji menuturkan untuk mengurangi sampah jajarannya membentuk Kampung Ramah Lingkungan (KRL), bank sampah dan desa berbudaya lingkungan (eco village).

“Timbunan sampah sudah 2.800 ton perhari dan kami sedang mengurangi timbunan sampah hingga 30 persen dengan cara membentuk 144 KRL, 354 bank sampah dan 32 eco village yang berada di bantaran Sungai Ciliwung,” tutur Panji.

Dia melanjutkan untuk armada angkutan sampah jumlahnya terbilang belum ideal, dimana dari kebutuhan 580 unit truk sampah, Pemkab Bogor baru memiliki 246 unit truk sampah.

“Tahun 2018 Pemkab Bogor memiliki 181 unit truk sampah dan di tahun ini kami mendapatkan 65 bang sampah, ini belum idealnya 10.000 jiwa warga memilikib1 truk sampah atau 580 unit truk sampah karena jumlah penduduk kita mencapai 5,8 juta jiwa,” tandasnya.(Diskominfo/rul)