10.000 Pelajar Deklarasi “Pelajar Bogor Damai Bersatu”

bogorOnline.com

Ribuan pelajar SMA di Kota Bogor mengikuti Deklarasi “Pelajar Bogor Damai Bersatu” yang digelar di Kebun Raya Bogor, kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 07.00 wib. Deklarasi damai merupakan refleksi sekaligus mengajak pelajar untuk berkomitmen menghindari hal-hal negatif, Kamis (28/3/19).

Deklarasi damai turut dihadiri oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, Kapolrestra Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, S.IK., M.Hum, Danrem 061/SK, Dandim 0606, ketua KPU, Ketua MUI, Kadisdik, Kepala Sekolah se-Kota Bogor dan Para Guru SMA dan SMK.

Dalam sambutannya, Kapolrestra Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, mengatakan, seperti yang telah kita dengar dari beberapa informasi bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju, karena salah satu yang dilihat adalah Indonesia memiliki usia produktif yang sangat banyak dengan penduduk 260 juta jiwa.

“Diperkirakan tahun 2045 Indoensia akan berada diurutan ke-4 dunia menjadi negara yg terbaik. Hal ini di karenakan banyaknya usia produktif yang bisa nantinya memutar roda-roda produksi yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Kapolresta menuturkan, Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan sumber daya alam, dan sudah mulai dikelola oleh negara kita denagn infrastruktur yang sudah baik. Untuk itu pembangunan dibidang pendidikan menjadi prioritas saat ini.

“Dengan harapannya agar kita bisa menyiapkan generasi muda kita pelajar kita untuk menyongsong Indonesia emas karena kita tau saat ini anak anak muda kita para pelajar kita tak bisa dipandang sebelah mata oleh dunia. Banyak keberhasilan pelajar- pelajar Indonesia khususnya pelajar Kota Bogor. Untuk itu semua ini jangan di rusak dengan mudah percaya pada berita Hoax dan dengan kriminalitas yg dilakukan oleh segelintir pelajar,” bebernya.

Tak hanya Kapolresta Bogor Kota, Walikota Bogor pun menyampaikan, jika kondisi buruk merupakan kondisi yang tercipta di masa lalu dan sekarang harus kita hapuskan dengan tidak melakukan tawuran atau menggunakan narkoba dan dengan menghindari perbuatan asusila.

“Peran orangtua dan lingkungan masyarakat harus terus ditingkatkan. Anak hanya enam jam ada di sekolah, selebihnya bersama orangtua dan masyarakat, maka bimbingan dan arahan sangat diperlukan. Saya minta sekolah tidak memulangkan pelajar yang telat. Pengamatan di lapangan, anak yang dipulangkan karena telat itu justru malah berkeliaran, lebih baik diberi tugas di dalam sekolah,” Ucap Walikota Bogor.

Walikota menambahkan, pencegahan bisa dilakukan, salah satunya dengan ditanamkannya nilai-nilai Pancasila sejak dini agar para pelajar menjadi bibit unggul yang dapat bermanfaat memajukan bangsa dan negara.

“Pemerintah daerah juga diminta bersinergi, melakukan tindakan preventif dan pembinaan terhadap pelajar,” tandasnya.

Dalam kegiatan yang di gelar oleh Polresta Bogor Kota dan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor ini, sebanyak sepuluh ribu pelajar sangat antusias dan mengikuti acara dengan penuh semangat. Pelajarpun diajak senam pagi bersama para tamu undangan yang hadir dilanjutkan dengan hiburan dan pemberian doorprize. (Nai/*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *