Terbengkalainya Rehab Dua RKB Sdn Pingku 01 Karena Telat Pengajuan dan Kurang Pro Aktif

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Terkait belum selesainya rehab 2 (dua) bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri Pingku 01 di Kampung Karehkel 04 RW 01 Desa Pingku, Kecamatan Parungpanjang 5 tahun lalu. Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Parungpanjang Icang Aliyudin mengatakan, hal itu dikarenakan, terputusnya pengajuan dan tidak pro aktif nya pihak sekolah.

“Seharusnya guru dan kepala sekolah, mengusulkan pengajuan ulang serta bersikap proaktif dalam kebutuhan kegiatan pembelajaran,” kata Icang Aliyudin saat ditemui bogoronline.com di ruang kerjanya Kantor Kecamatan Parungpanjang Selasa (27/3/19).

Icang menegaskan, jajaran Dinas Pendidikan dan koordinator UPT Pendidikan yang ada di Kecamatan Parungpanjang harus lebih proaktif serta melakukan pengawasan secara rutin. Sehingga bisa melakukan evaluasi secara teknis dan administrasi tentang sarana dan prasarana yang belum mencukupi untuk diusulkan kembali.

“Karena alokasi anggaran untuk kegiatan pendidikan merupakan anggaran terbesar. Meskinya bisa merujuk pada program kebutuhan prioritas, baik kebutuhan ruang kelas, ruang kantor dan sarana toilet. Jangan sampai kegiatan belajar mengajar terganggu,” tuturnya.

Lebih lanjut Icang mengatakan, Pemerintah Kecamatan Parungpanjang sering menggelar rapat Minggon atau Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) dan selalu mengundang jajaran dinas-dinas terkait, termasuk dinas pendidikan, namun jarang sekali datang.

“Setiap tahun itu ada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk pendidikan, dalam tahun ini diperkirakan ada sekitar 20 Milyar untuk sarana pendidikan. Kalau sudah masuk kedalam Musrenbang, kebutuhan-kebutuhan sarana pendidikan harus bisa terpenuhi,” bebernya.

Dia mengatakan, rehab RKB di SD Negeri Pingku 01 di Desa Pingku akan diprioritaskan agar selesai.

“Karena RKB ini sangat dibutuhkankan atau sangat penting bagi kenyamanan belajar murid di sekolah tersebut,” jelas Sekcam.

Dia menghimbau, kepala sekolah dan guru serta koordinator pendidikan di Parungpanjang harus berdiskusi dan duduk bersama.

“Jika dilihat dari DPA tahun ini, bisa saja kita anggarkan ke sekolah yang menjadi prioritas tersebut, agar sarana dan prasarana pendidikan bisa terpenuhi,” katanya.

Icang menambahkan, setelah mengetahui adanya masalah terbengkalainya rehab 2 RKB SDN 01 Pingku, pihak Pemerintah Kecamatan Parungpanjang memberikan perhatian secara serius, terutama dalam soal membangun koordinasi.

“Saya berharap PNS yang ada di Dinas Pendidikan atau di Dinas Kesehatan maupun di UPT lainnya, ketika kegiatan Minggon atau Musrenbang itu harus hadir. Sehingga masalah yang dihadapi bisa menjadi catatan dan terangkum dan menjadi bahan pembahasan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa rehab 2 RKB di SD Negeri Pingku 01 di Desa Pingku Kecamatan Parungpanjang yang dilaksanakan sekitar tahun 2013, terbengkalai dan hingga saat ini belum selesai. Menurut keterangan para dewan guru, tidak selesainya pembangunan rehab tersebut menyebabkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *