Enam Jam Lebih Pengendara Terjebak Macet di Rumpin, Diduga Dampak Truk Tambang Menumpuk

RUMPIN – bogorOnline.com

Terjebak macet pengemudi minibus selama 6 jam lebih ini sangat kesal hingga keubun-ubun, kemacetan panjang terjadi di Jl. Raya Sukamanah-Cicangkal Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor yang didominasi antrian truk angkutan tambang karena adanya penumpukan kendaraan setelah libur.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pengemudi mobil minibus Ujang Somawijaya (Uj) warga Desa Mekarsari Kecamatan Rumpin. Ia mengatakan, sekitar pukul 16.00 Wib, saat menju pulang, sesampai di pintu pasar Cicangkal Rumpin.

“Mobil saya tidak bergerak lagi, di depan antrian truk tronton,” ungkap Uj, Kamis (18/4/19).

Berdasarkan informasi dari para tungkang ojek pangkalan (Opang), kemacetan ini akibat penumpukan kendaraan dari arah berlawanan. Sebab, jalan yang selama ini di gunakan kendaraan hanya satu arah, dan banyaknya truk tronton yang memarkirkan kendaraanya di badan jalan.

“Kendaraan truk kosongan dari arah Gunungsindur masuk ke Rumpin atau sebaliknya, truk tronton muatan ini juga masuk sehingga berhadapan, dan keduanya tidak ada yang mau mengalah dan memaksakan masuk, sehingga macet dan tidak bergerak hingga pukul 21.30 Wib,” tuturnya.

Uj mengatakan, seharusnya ada pengaturan lalulintas secara komunikasi menggunakan alat radio udara untuk mengatur arus lalulintas keluar masuknya kendaraan truk tronton, kemungkinan macet kecil.

“Dari persimpangan Asem Cicangkal, Leuwiranji dan didepan SPBU Cicangkal Rumpin, coba koordinasi sama yang megang DO yang jaga harus di kasih HT supaya enak pengaturannya dari prapatan Leuwiranji dan Pom bensin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Bisma Wisuda mengatakan, kemacetan di Cicangkal Rumpin disebabkan adanya penumpukan kendaraan seusai libur dan truk tronton yang mengantri lumayan padat.

“Di Cicangkal Rumpin baru dibuka jam 20:00 Wib, setelah libur antrian kendaraan tronton lumayan padat,” ucap Bisma.

Bisma menambahkan, kalau di simpang empat Asem Cicangkal Rumpin atau Lapangan Cicangkal itu tidak ada anggota dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor yang menjaga.

“Kalau di Lapangan bola Asem memang tidak ada petugas kami,” pungkasnya. (Mul)