KPU Kabupaten Bogor Gandeng Pokwan, Bahas Peranan Media Dalam Pemilu 2019

CIBINONG –
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor bekerja sama Kelompok kerja wartawan (Pokwan) DPRD sosialisasi peranan media dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di gedung serba guna Dewan Kabupaten Bogor Senin (8/4/19).

Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Bogor
Heri Setiawan mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya bersama jurnalis yang bertugas di wilayah Bumi Tegar Beriman Lintas Media Cetak Harian dan Elektronik dikarenakan KPU dan media adalah satu hal yang tidak bisa terpisahkan untuk mensukseskan hajat politik berupa sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Wakil Presiden (Wapres), serta Pemilihan Legislatif (Pileg). Dikarenakan lanjutnya menjelaskan, saat ini saja daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Bogor sebanyak 3.502.695 pemilih. Jumlah ini bertambah 35.092 pemilih dari DPT sebelumnya. Selain bertambahnya jumlah DPT, KPU juga menambahk 25 TPS menjadi 15.000 TPS. Data terbaru berdasarkan DPTHP3 ini dirilis pada 02 April 2019. Jumlah tersebut masih ia menambahkan, menjadi yang terbesari untuk tingkat Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia. Hal itu pastinya akan berpengaruh terhadap tahapan penyelenggaraan Pemilu, terutama pada saat pencoblosan dan perhitungan suara.

“Perkiraan kami membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan, Pengalaman di Pilgub tahun lalu di Kecamatan Gunung Putri memerlukan waktu hingga 15 hari,” ujarnya,” dialokasi.

Heri menambahkan, penambahan jumlah DPT yang mencapai 35.092 antara lain disebabkan data pemilih yang sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berkurang hingga lebih dari separuh data TMS sebelumnya, yakni menjadi 6.044 pemlih TMS dari sebelumnya 11.752 pemilih. Selain itu masih Heri menjelaskan, data pemilih tambahan juga bertambah secara signifikan yakni 14.628 pemilih dari luar yang akan menggunakan hak suaranya di Kabupaten Bogor. Sedangkan warga Bogor yang memilih di daerah lain hanya 6.310 orang. Bulan ini sampai Juni ada ratusan calon hakim dari berbagai daerah yang sedang mengikuti Diklat.

“Jadi kami akan fasilitasi mereka menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Sambung Ketua Pokwan Saeful Ramadhan mengatakan, sosialisasi Pemilu yang disampaikan KPU kepada jurnalis akan bermanfaat dalam kegiatan peliputan di lapangan. Menurut dia, perlu ada kesamapahaman tentang informasi dasar, antara penyelenggara dan para pewarta agar pemberitaan yang disampaikan kepada publik bisa berimbang. Tentunya dalam peliputan akan menemukan persoalan-persoalan yang kalau diberitakan tanpa klarifikasi dan konfirmasi akan berpotensi menjadi gangguan penyelenggaraan.

“Tetapi, kami yakin teman-teman wartawan punya semangat yang sama untuk mensukseskan Pemilu ini,” tutupnya.(rul)