Pekan Panutan PBB, Teknologi Sangat Diperlukan untuk Menekan Celah Pelanggaran Hukum

bogorOnline.com

Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan sambutan dalam pembukaan Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (1/4/19). Bima Arya berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor agar menjadi teladan dan terdepan dalam hal pembayaran pajak.

“Khusus untuk Plt Bapenda beserta jajarannya, agar semakin proaktif menjemput bola, agresif terkait pengumpulan pajak serta kita juga harus berinovasi untuk merapikan birokrasi agar pajak bisa dikelola dengan baik,” ungkap Bima.

Inovasi yang dimaksud Bima adalah dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang memudahkan masyarakat.

“Percayalah dengan teknologi, tidak ada celah bagi kita untuk tidak amanah. Percayalah bahwa hari ini teknologi akan menolong dan menyelamatkan kita dari hal-hal yang terkait dengan kasus hukum. Percayalah teknologi kita butuhkan untuk membangun kultur,” tegas Bima.

“Kalau ada yang bilang bahwa teknologi itu tidak bisa, tidak tepat dan kembali ke teknologi lama itu namanya mengingkari sunnatullah. Semua jalan terus kedepan, teknologi diperbaiki untuk membangun kultur,” tambahnya.

Dalam Pekan Panutan PBB P2 tersebut, Bapenda telah menerapkan teknologi tapping box yang bisa dimonitor secara langsung untuk mencegah kebocoran pajak.

“Dengan memaksimalkan teknologi ini untuk mengurangi potensi kemungkinan praktek-praktek manipulasi. Sekali lagi, percayalah tidak ada celah walaupun Wali Kota dekat dengan Jaksa Agung, Presiden dan Muspida.  Tidak ada yang kebal hukum di republik ini. Semua mengawasi dan mencermati,” bebernya.

Bima juga berpesan kepada jajaran Bapenda agar amanah, jangan pernah ada niat sedikitpun untuk menghalang-halangi uang rakyat.

“Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Semakin progresif menarik pajak harusnya semakin progresif pula kita membangun transparansi. Kepada jajaran Bapenda dan instansi terkait lainnya agar betul-betul memaksimalkan teknologi, membangun kultur dan menegakkan transparansi,” pungkasnya. (Nai/hms)