Sekcam : Jalan Alternatif  Truk Tambang Akan Menjadi Solusi Permasalahan di Masyarakat

 

PARUNGPANJANG – Pemerintah Kecamatan Parungpanjang mewacanakan pengusulan pembuatan jalan alternatif truk tambang. Sebab, jalan alternatif truk itu akan menjadi solusi permasalahan kemacetan, kerusakan infrastruktur jalan, dan kecelakaan kendaraan yang melibatkan truk tambang.

Menurut Sekcam Parungpanjang Icang Aliyudin, jika jalan alternatif truk tambang itu terealisasi akan menjadi solusi permasalah di masyarakat Parungpanjang. Pasalnya, berulang-ulang warga memprotes atau berdemo permasalahan angkutan truk tambang melintas di Parungpanjang.

Kerusakan infrastruktur jalan di Parungpanjang hingga Caringin itu sepanjang 10 kilometer serta, terjadinya kecelakaan yang terlibat dengan truk tron ini dari dulu. Bahkan, dari 10 tahun kebelakang yang lalu, dan juga kondisi jalan berdebu dapat menimbulkan penyakit ispa, karena debu yang berasal dari truk tronton.

“Oleh karena itu, kita mengusulkan jalan alternatif untuk truk angkutan tambang. Jalan truk tronton itu nantinya dari kebon kelapa sawit Lebakwangi Kecamatan Cigudeg menembus Asem Desa Cikuda, Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin, Desa Sukamulya dan Cisauk Tangerang, saya sudah lihat lokasinya, ” papar Icang.

 

Icang mengatatan, kemacetan yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Parungpanjang, nanti tidak akan macet panjang lagi. Macetnya itu dikarenakan truk tronton yang mogok hingga menyebabkan kemacetan panjang.

“Selain itu, terjadinya macet juga karena badan jalan yang kecil, ketika truk tronton memiliki bobot besar dan ketika berpapasan memberikan dampak macet. Pasalnya, perputaran truk tronton yang melintas itu kurang lebih ada 3 ribu unit setiap harinya, “tandasnya.

Sambung Icang mengatakan permasalahan jalan yang dilintasi truk tambang kenapa baru sekarang menonjolnya, padahal permasalahan ini sudah puluhan tahun lamanya, ia menjelaskan perubahan tataruang di wilayah Kecamatan Parungpanjang menjadi tempat padat pemukinan penduduk dan sehingga cara berpikirnya masyarakat juga turut berkembang atau cerdas.

“Seperti surat kesepakan bersama (SKB) tahun 2014 lalu, bersama Muspika Parungpanjang dengan masyarakat dan pengusaha quary serta transporter menyepakati jam oprasional truk tambang melintas di Parungpanjang dari pukul 17.00 Wib hibgga 19.00 Wib, “imbuhnya.

Lanjut Icang menambahkan, meski saat ini, Bupati Bogor Ade Yasin sudah membuat peraturan Bupati (Perbub) Bogor tentang jam oprasionla truk tambang. Namun kebijakan tersebut tidak akan menyelesaikan atau solusi di masyarakat Parungpanjang.

“Kalau sekarang Perbub itu belum di sahkan, tapi badan pengelola transportasi Jabodetabek (BPTJ) ini sudah melakukan kajian berdasarkan Perbub Bupati Bogor yaitu, pukul 08.00 Wib malam sampai pukul 04.00 Wib dinihari. Sedangkan Tangerang 22.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib. Artinya Bupati Bogor sudah memberikan penyeimbangnya yaitu Perbub yang ada di Kabupaten Tangerang, “kata dia.

 

Masih Icang menuturkan, kalau jalan ini masih bagus serta jam oprasional di jalankan atau pengawasan lebih ketat dan optimal tatap saja akan menjadi masalah karena tidak lama lagi jalan ini akan rusak.

“Artinya, ketika jalan ini rusak nantinya akan ada banyak masalah, entah itu kemacetan atau kecelakaan lalulintas. Jadi perbub dari Bupati tersebut bukan solusi mengatasi permasalahan di masyarakat,” pungkas Icang Aliyudin (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *