LAPAS GUNUNG SINDUR DORONG KEMANDIRIAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

 

GUNUNGSINDUR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur terus mendorong percepatan revitalisasi pemasyarakatan. Salah satu upaya terpadu dan konsisten yang dilakukan guna menumbuhkan kecakapan dan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

“Upaya itu diantaranya melalui pelatihan (life skills) pembuatan sabun laundry, pertukangan kayu, pengelasan, handycraft dan tata boga, bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Puspa Antariksa di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Gunung Sindur,” ujar Kepala Lapas Gunungsindur Sopiana melalui keterangan resminya kepada awak media, (Senin, 24/06/2019)

Sopiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPK Puspa Antariksa, yang telah memfasilitasi pemberian pelatihan kepada 45 WBP Lapas Gunung Sindur. “Semoga para WBP yang mengikuti pelatihan dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh,” harap Kepala Lapas Gunung Sindur, Sopiana, saat membuka pelatihan.

Dia menambahkan, diadakannya pelatihan bagi WBP merupakan wujud nyata pembinaan di Lapas Gunung Sindur.
“Kami harapkan WBP yang ikut dalam pelatihan benar-benar serius sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat dijadikan modal ketrampilan untuk bekerja atau membuka usaha sendiri setelah bebas nanti.” harapnya.

Sementara itu, Puspa, selaku instruktur pelatihan dari pihak LPK mengharapkan WBP yang mengikuti pelatihan tersebut dapat mempunyai keahlian dalam bidang pembuatan sabun laundry, pertukangan kayu, pengelasan, handycraft dan tata boga.

“Kami akan ajari mereka membuat bermacam-macam ketrampilan kerja, diberikan juga sertifikat dan juga outbond untuk hiburan kepada peserta pelatihan ini.” ujarnya.

Pelatihan tersebut resmi dibuka dengan penyematan tanda peserta dan pemberian bahan materi serta alat tulis kepada peserta pelatihan.

Pihak Lapas Gunung Sindur dan LPK Puspa Antariksa berharap kerjasama ini dapat berlanjut dengan menghadirkan pelbagai pelatihan lainnya guna mendukung pembinaan kemandirian di Lapas Gunung Sindur. Sedangkan salah satu WBP peserta pelatihan Erwin mengaku bersyukur bisa ikut pelatihan pengelasan.

“Apalagi dua bulan lagi saya akan bebas dari Lapas. Semoga pelatihan ini bisa menjadi bekal keterampilan untuk meraup rupiah ketika kelak kembali di tengah masyarakat untuk menafkahi anak istri.” Ujarnya. (Mul)